Saturday, March 18, 2017

RENCANA KERJA SEKOLAH



RENCANA KERJA SEKOLAH
(RKS)

I.    ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS
Keberhasilan sebuah pendidikan di suatu negara merupakan salah satu kreteria negara dan bangsa tersebut maju atau tidak sehingga bidang pendidikan harus menjadi prioritas utama guna meningkatkan daya saing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sedangkan dunia pendidikan saat ini sangat di pengaruhi oleh kondisi dunia yang tidak menentu dalam segala bidang. Karena itu penyelenggaraan pendidikan haruslah berorientasi pada bagaimana menyesuaikan dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi saat ini dan yang akan datang.

A.   Analisis Pengembangan Bidang Ekonomi
Resesi ekonomi yang terjadi di negara adi kuasa secara tidak langsung berpengaruh terhadap perekonomian bangsa Indonesia yang hingga saat ini belum sepenuhnya bangkit. Dampak langsung dari keadaan tersebut di dalam dunia pendidikan sangatlah dapat dirasakan. Maka para penyelenggara pendidikan dituntut untuk dapat mencari cara tepat yang dapat menghasilkan lulusan yang kompetitif.

B.   Analisis Pengembangan Bidang Sosial
Era globalisasi teleh melanda dunia saat ini. Akibatnya terjadi perubahan dalam segala bidang terutama di bidang sosial. Kesenjangan sosial semakin nyata, hubungan sosial semakin berkurang dan persaingan semakin ketat. Kondisi seperti ini menuntut para penyelenggara pendidikan mempersiapkan peserta didik yang nantinya dapat  memiliki kompetensi sosial yang dapat menghadapi tantangan masa depan.

C.   Analisis Pengembangan Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Perkembangan IPTEK di era globlisasi sangatlah pesat dan itu juga berpengaruh bagi dunia pendidikan. Sepuluh tahun yang lalu dalam kurikulum 2000 tidak ada muatan  pelajaran TIK tetapi karena perkembangan IPTEK yang sangat pesat maka untuk kurikulum saat ini telah memuat pelajaran TIK. Dengan tujuan peserta didik nantinya dapat memiliki kompetensi tehnik – tehnik informasi komunikasi sehingga  dapat bersaing dalam penerapan dan pengembangan IPTEK.
D.   Analisis Pengembangan Bidang Budaya
Kebudayaan merupakan ciri khas suatu bangsa tetapi karena pengaruh budaya global maka ciri khas tersebut lambat laun semakin memudar. Saat ini beberapa budaya bangsa Indonesia telah diakui bangsa lain. Oleh karena itu pendidikan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia harus dapat melestarikan serta menumbuhkembangkan budaya  bangsa Indonesia. Dengan harapan peserta didik bangga dengan budaya yang dimilikinya sendiri.

E.   Analisis Pengembangan Demografi
Perkembangan penduduk dewasa ini yang tumbuh dengan pesat, dimana angka kelahiran cukup tinggi, hal ini sangat berpengaruh pada sekor pendidikan. Sehingga dengan perkembangan penduduk yang tingginya harus diimbangi dengan sarana dan prasarana untuk meningkatan kwalitas SDM. Oleh karena itu pendidikan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia harus dapat mempersiapkan peserta didik yang nantinya dapat memiliki kompetensi untuk berwiraswasta sehingga angka pengangguran dapat ditekan atau berkurang.

F.    Analisis Pengembangan  Geografi
Kondisi geografi Indonesia sebagian besar adalah daerah lautan dan kepulauan. Lautan yang yang membentang dari sabang sampai meraoke memang merupakan sumber alam yang tak ternilai harganya. Demikian juga dengan  daratan yang sebagian besar merupakan pegunungan.
Topologi wilayah yang  seperti ini  mengakibatkan ada sekolah yang berada di daerah terpencil atau berada di wilayah pegunungan. Oleh karena itu pendidikan harus di desain secara sistematis agar pendidikan dapat berjalan lancar dalam kondisi saat ini.

G.   Bidang Politik
Reformasi telah merubah segalanya di indonesia. Kran demokrasi telah terbuka dan hak asasi di junjung setinggi – tingginya. Akibatnya banyak individu atau sekelompok masyarakat yang berlebihan sehingga bertindak anarkhis. Kondisi demikian dapat di benahi melalui dunia pendidikan yang terencana dan terprogram dengan baik.

H.   Analisis Pengembangan Bidang Keamanan
Keamanan di suatu daerah dengan daerah lain memang berbeda-beda. Akan tetapi potensi konflik dimana-mana tidak bisa lagi di prediksi. Misalnya suatu daerah yang sebelumnya aman, secara tiba-tiba terjadi konflik yang berkepanjangan. Hal ini tentu sangat berpengaruh sekali terhadap kelancaran proses pendidikan. Kondisi semacam ini hendaknya juga dapat diantisipasi sedini mungkin agar pendidikan tetap bias berlangsung dengan aman, nyaman dan berkesinambungan.

II.  ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI
A. Analisis Mutu Pendidikan dan Daya Saing
Globalisasi yang di picu oleh perkembangan teknologi akan berlangsung terus menerus dengan tingkat kepesatan yang semakin tinggi. Dan kita bisa mengambil bagian  dalam dunia tanpa batas tersebut bila kita mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas hampir dapat dipastikan kita mampu menjawab seluruh persoalan yang terjadi dalam kehidupan kita. SDM yang berkualitas diperoleh dengan pembelajaran/ pendidikan yang bermutu juga.
Dengan mutu pendidikan yang baik kita dapat membuat perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, terobosan-terobosan, inovasi, solusi, serta berpikir efektif dan efisien diharapkan kita mampu bersaing di dunia global  yang makin ketat ini.
Sayangnya, rendahnya kualitas sumber daya manusia inilah yang menjadi persoalan kita. Persoalan-persoalan yang mengemuka saat ini seperti kemiskinan, penjualan manusia (human trafficking), TKI ilegal dan sebaginya

B. Analisis Efisiensi Pendidikan
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Setelah praktisi pendidikan melakukan penelitian dan survey ke lapangan, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.
Hal ini menyebabkan peserta didik dan pendidik tidak tahu “goal” apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan. Jelas hal ini merupakan masalah terpenting jika kita menginginkan efektifitas pengajaran.

C. Analisis Relevansi Pendidikan
Kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun.
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25,47%, Diploma/S0 sebesar 27,5% dan PT sebesar 36,6%, sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan yaitu 13,4%, 14,21%, dan 15,07%. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999, setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja

D. Analisis Kesempatan/Akses Pendidikan
Pemerataan pendidikan dalam arti pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan telah lama menjadi masalah yang mendapat perhatian, terutama di negara-negara sedang berkembang. Hal ini tidak terlepas dari makin tumbuhnya kesadaran bahwa pendidikan mempunyai peran penting dalam pembangunan bangsa, seiring juga dengan berkembangnya demokratisasi pendidikan dengan semboyan education for all.
Kesempatan pendidikan mencakup dua aspek penting yaitu Equality dan Equity. Equality atau persamaan mengandungn arti persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, sedangkan equity bermakna keadilan dalam memperoleh kesempatan pendidikan yang sama diantara berbagai kelompok dalam masyarakat. Akses terhadap pendidikan yang merata berarti semua penduduk usia sekolah telah memperoleh kesempatan pendidikan, sementara itu akses terhadap pendidikan telah adil jika antar kelompok bisa menikmati pendidikan secara sama.
            Dalam pemahaman kesempatan pendidikan mempunyai makna yang luas tidak hanya persamaan dalam memperoleh kesempatan pendidikan, tapi juga setelah menjadi siswa harus diperlakukan sama guna memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk dapat berwujud secara optimal.

E.  Analisis Pemenuhan Standarisasi Pendidikan
Delapan standar nasional pendidikan untuk di sekolah adalah standar sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar kompetensi lulusan, serta standar isi. Selanjutnya, standar proses, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, serta standar penilaian pendidikan.
Peningkatkan kualitas pendidikan di sekolah harus dapat memenuhi 8 standar pendidikan nasional yang telah ditetapkan. Jika belum, standar pendidikan nasional tersebut harus dipenuhi dulu secara bertahap dan menyeluruh. Sehingga 8 standar pendidikan nasional tersebut dapat berjalan bersama dari masing – masing standar.
Nilai NUN pesera didik akan menjadi baik jika di dukung oleh sarana yang lengkap, tenaga pendidik yang profesional, pembiayaan yang cukup serta pengelolaan pendidikan yang terencana, terprogram dan ada tindak lanjut. Tetapi kenyataan yang ada dilapangan tidaklah demikian.
Masih banyak sekolah yang sarana dan prasarannya tidak terpenuhi, hal ini juga semakin diperparah oleh bencana alam yang telah memporak – porandakan sekolah. Dalam proses pembelajaran guru masih belum terbiasa merencanakan, memprogam dan menganalisis proses pembelajaran sehingga tetap berputar dalam cara lama yang sudah ketinggalan jaman. Padahal daya kreatifitas, inovasi pembelajaran sangat bermanfaat bagi kelangsungan pendidikan yang sesuai dengan 8 standar pendidikan nasional yang telah di tetapkan.  

III.  ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG
A. Analisis Mutu Pendidikan dan Daya Saing
Perkembangan teknologi  yang berlangsung dan berkembang dengan pesat sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Sumber daya manusia yang kompetitif  sangatlah di butuhkan agar dapat mengatasi perubahan perubahan yang terjadi.
Sumber daya manusia yang berkualitas diperoleh dengan pembelajaran/pendidikan yang bermutu sehingga dengan sumber daya manusia yang berkualitas hampir dapat dipastikan kita mampu menjawab seluruh persoalan yang terjadi dalam kehidupan kita.    
Mutu pendidikan yang baik diharapkan dapat membuat perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, terobosan-terobosan, inovasi, solusi, serta berpikir efektif dan efisien diharapkan kita mampu bersaing di dunia global  yang makin ketat ini.

B. Analisis Efisiensi Pendidikan
Untuk mencapai efisiensi pendidikan yang baik maka perlu adanya tujuan pendidikan yang baik pula dimana pendidikan tersebut harus efektif sehingga dapat  memungkinkan peserta didik belajar dengan mudah, menyenangkan, kreatif yang dapat menumbuhkembangkan pemikiran – pemikira yang lebih baik sehingga  tujuan pendidikan  dapat tercapai.
Pencapaian tujuan pendidikan agar baik maka harus dilakukan perencanaan pendidikan yang dapat menghadapi tantangan kehidupan yang disesuaikan dengan  misalnya dengan membuat kurikulum yang sesuai dengan kondisi lingkungan peserta didik.

C. Analisis Relevansi Pendidikan
Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.
Karena itu kurikulum pendidikan diharapkan fleksibel artinya mampu menyesuaikan kondisi kebutuhan dunia tenaga kerja. Mungkin sekarang lebih tepat menggunakan kurikulum KTSP. Dan relevansi pendidikan dengan dunia kerja akan lebih sesuai dengan system pendidikan di SMK.

D. Analisis Kesempatan/Akses Pendidikan
Kesempatan pendidikan diharapkan dapat menyentuh semua lapisan masyarakat sehingga setiap warga negara dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan pengembangan potensi diri yang optimal maka akan menciptakan sumber daya manusia yang dapat bersaing.
Selain hal tersebut diharapkan setiap warga negara Indonesia dapat memperoleh kesempatan  pekerjaan yang sama.
E.  Analisis Pemenuhan Standarisasi Pendidikan
Dalam analisis pemenuhan standarisasi pendidikan adalah terpenuhinya delapan standar nasional pendidikan untuk di sekolah.Yang terdiri dari Standar sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar kompetensi lulusan,  standar isi, standar proses, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, serta standar penilaian pendidikan.

IV. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA PENDIDIKAN

No.
Kondisi pendidikan saat ini
Kondisi pendidikan masa datang
Besarnya tantangan nyata
1.
Standar Kompetensi Lulusan
a
Peningkatan Nilai Ujian Akhir dan Kelulusan




-          Jumlah kelulusan  100%
-          Rata - rata nilai ujian Nasional 8,65
-          Rata – rata nilai ujian sekolah 8,87

-          Jumlah kelulusan  100%
-          Rata - rata nilai ujian Nasional 9,00
-          Rata – rata nilai ujian sekolah 9,00
0 %

1,23

1,33
b
Peningkatan Kecerdasan Peserta Didik



-          Latihan kepemimpinan bagi pengurus OSIS

-          Latihan kepemimpinan bagi pengurus OSIS dan Pengurus Kelas
Pembinaan pengurus kelas

c
Peningkatan Pengetahuan Peserta Didik


-          Perkemahan setiap 1 tahun sekali
-          Memperoleh juara ke-3 tk kab. Lomba OSN Matematika
-          Memperoleh juara ke-1 tk kab Lomba Telling Story
-          Memperoleh juara ke-8 tk karesidenan Lomba Trampil Matematika

-          Perkemahan setiap 1 tahun dua kali
-          Memperoleh juara ke-1 tk kab. Lomba OSN Matematika
-          Memperoleh juara harapan1 tk Propinsi Lomba Telling Story
-          Memperoleh juara ke-1 tk karesidenan Lomba Trampil Matematika


Satu kali kegiatan


2 tingkat

2 tingkat

7 tingkat


d
Peningkatan Kepribadian Peserta Didik

- Peringatan hari – hari besar    nasional  75 %
-     Peringatan HUT RI
-  Memperoleh juara ke-1 tk kab 2 tahun berturut – turut bidang sepak bola
-         Memperoleh juara ke-3 tk provinsi bidang  lari jarak pendek / Atletik

-         Memperoleh juara ke-1 tk kab  bidang tenis meja
-         Tidak pernah mendapat juara Volly Bal
-         Mengadakan penyuluhan bahaya Narkoba setiap tahun satu kali

-  Peringatan hari – hari besar    nasional  100 %
-     Peringatan HUT RI
- Memperoleh juara Tetap  bidang sepak bola

-          Memperoleh juara ke-1 tk provinsi bidang  lari jarak pendek
-          Memperoleh juara ke-1 tk propinsi  bidang tenis meja
-          Memperoleh juara 1 tk kab  bidang Volly Bal
-          Mengadakan penyuluhan Nar koba setiap tahun dua kali


25%
-

1 tingkat



2tingkat

3 tingkat

6 tingkat

Satu kali
e
Peningkatan Akhlak Mulia Peserta Didik

-          Peringatan hari Besar agama Islam hanya 75%
-          Pembiasaan Jum’at beramal hanya 60% 
-          Peringatan hari Besar agama Islam hanya 100%
-          Pembiasaan Jum,at beramal hanya 100% 
25%


40%
f
Peningkatan Ketrampilan Hidup Peserta Didik

-          Mengadakan Pentas seni setia tahun satu kali
-          Pernah mengadakan tambahan pelajaran berupa ketrampilan menjahit

-          Mengadakan Pentas seni setia tahun dua kali
-          Mengadakan tambahan pelajaran berupa ketrampilan menjahit

Satu kali

Satu kegiatan
g
Peningkatan Pendidikan Lanjut  Peserta Didik

-          Mengadakan Penyuluhan pendidikan lanjutan 50%

-          Mengadakan Penyuluhan pendidikan lanjutan 100%
50%
2.
Standar Isi / Kurilulum
a    
Kerangka Dasar Kurikulum

-          Panduan pelaksanaan Kurikulum yang berupa peraturan pemerintah dan peraturan lain masih 90%

-          Panduan pelaksanaan Kurikulum yang berupa peraturan pemerintah dan peraturan lain 100%

              10%
b
Struktur Kurikulum 

-          Struktur kurikulum 75%
-          Program pengembangan diri 80%

-          Program Pendidikan Ber basis Keunggulan Lokal        ( PBKL) 0%
-          Struktur kurikulum 100%
-          Program pengembangan diri 100%
-          Program Pendidikan Ber basis Keunggulan Lokal                      ( PBKL) 50%

25%

20%


50%
c
Beban Belajar

-          Jumlah siswa per rombel 36 anak

-          Beban mengajar guru rata-rata : 24 jam/minggu
-          Dokumentasi Persyaratan pembelajaran minimal 90%

-          Jumlah siswa per rombel: 32 anak
-          Beban mengajar guru rata-rata : 24 jam/minggu
-          Dokumentasi Persyaratan pembelajaran minimal 90%

Pengurangan 4 siswa/rombel
-

10%
d
Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran ( KTSP)

-          Penentuan KKM 80% benar

-          Buku 1 KTSP tersusun 90%    
-              Tersusun silabus 90% dari semua mata pelajaran             
-              Tersusun RPP : 90% dari semua mapel

-          Penentuan KKM 100%  benar

-          Tersusun 1 Buku KTSP
Tersusun silabus 100% dari semua mata pelajaran
- Tersusun RPP : 100% dari semua mapel
     

20 %

1 buku 10%

10%

10%

3.
Standar Proses Pendidikan
a
Perencanaan Proses Pembelajaran

-          Kepemilikan silabus oleh guru: 90% memiliki
-          Kepemilikan RPP oleh guru: 90% memiliki
-          Kepemilikan sumber belajar /bahan ajar: 80%
-          Pengembangan perangkat instrumen untuk pemaham-an guru terhadap karak-teristik siswa: 30%

-          Kepemilikan silabus oleh guru: 100% memiliki
-          Kepemilikan RPP oleh guru: 100% memiliki
-          Kepemilikan sumber belajar/bahan ajar: 100%
-          Pengembangan perangkat instrumenuntuk pemahaman guru terhadap karakteristik siswa: 100%

10%

10%

20%


70%

b
Pelaksanaan Pembelajaran:

-          Cakupan pendahuluan dalam pembelajaran oleh guru di kelas : 65%
-          Cakupan penerapan prinsip pembelajaran yang: eksploratif, elaboratir, dan konformatif : 40%

-          Penerapan CTL : 20%
-          Penerapan pembelajaran tuntas : 35%
-          Penerapan pembelajaran yang berpedoman pada PAKEM/PAIKEM 40%
-          Penerapan pembelajaran yang berpedoman pada LESSON STUDY 40%
-          Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah : 25%
-          Cakupan pelaksanaan penutup dalam pembelajaran: 70%

-          Cakupan pendahuluan dalam pembelajaran oleh guru di kelas: 100%
-          Cakupan penerapan prinsip pembelajaran yang: eksploratif, elaboratir, dan konformatif: 100%
-          Penerapan CTL: 100%
-          Penerapan pembelajaran tuntas: 100%
-          Penerapan pembelajaran yang berpedoman pada PAKEM/PAIKEM 100%
-          Penerapan pembelajaran yang berpedoman pada LESSON STUDY 100%
-          Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah: 100%
-          Cakupan pelaksanaan penutup dalam pembelajaran: 100%



35%



60%
80%

65%


60%

60%

75%

30%
c
Penilaian Hasi Belajar

-          Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar berbasis IT  40%

-          Variasi model penilaian 70%

-          Pengolahan/analisis hasil penilaian 80% jenis manual

-          Pemanfaatan/tindak lanjut hasil penilaian: 80% manfaat

-          Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar Berbasis IT 100%

-          Variasi model penilaian 100%

-          Pengolahan/analisis hasil penilai-an 100% jenis manual

-          Pemanfaatan/tindak lanjut hasil penilaian: 100% manfaat


60%

30%


20%

20%

d
Pengawasan Proses Pembelajaran

-          Cakupan kegiatan supervisi pem-belajaran: 45%
-          Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 50%
-          Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran: 30%

-          Cakupan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran: 50%


-          Cakupan kegiatan supervisi pembelajaran: 100%
-          Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 100%
-          Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran: 100%
-          Cakupan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran: 100%


55%

50%

70%


50%
4
Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan:
a
Guru (bersifat rata-rata)

-          Pelatihan CTL: 40%
-          Pelatihan pembelajaran tuntas: 50%


-          Pelatihan penilaian dan evaluasi pembelajaran: 40%
-          Pelatihan Bahasa Inggris: 25%

-          Pelatihan TIK: 35%
-          Pelatihan KTSP: 80%
-          Pelatihan penelitian pendidikan : 20%
-          Pelatihan PAIKEM/PAKEM: 25%

-          Pelatihan CTL: 100%
-          Pelatihan pembelajaran tuntas: 100%


-          Pelatihan penilaian dan evaluasi pembeajaran: 100%
-          Pelatihan Bahasa Inggris: 100%
-          Pelatihan TIK: 100%
-          Pelatihan KTSP: 100%
-          Pelatihan penelitian pendidikan: 100%
-          Pelatihan PAIKEM/PAKEM: 100%

60%

50%




60%

75%
65%
20%

80%
75%
b
Kepala sekolah

-          400 Belum pelatihan bahasa Inggris atau TOEFL <
-          Belum pelatihan TIK
-          Belum pelatihan kepemimpinan
-          Pelatihan manajerial sekolah (MBS) 1 kali
-          Belum pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah
-          Belum pelatihan administrasi persekolahan
-          Pelatihan KTSP 2 kali


-          TOEFL > 400

-          Pelatihan TIK min. 3 kali
-          Pelatihan kepemimpinan min. 2 kali
-          Pelatihan manajerial sekolah (MBS) min. 2 kali
-          Pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah min. 2 kali
-          Pelatihan administrasi persekolahan min. 2 kali
-          Pelatihan KTSP min 4 kali

Niai TOEFL > 400

3 kali

2 kali

1 kali


2 kali

2 kali
2 kali
c
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll: (bersifat rata-rata)

-          Pelatihan TIK: 50%
-          Pelatihan Bahasa Inggris:    0 %

-          Pelatihan bidangnya: 10%
-          Pelatihan manajemen sesuai bidangnya: 15%

-          Pelatihan TIK: 100%
-          Pelatihan Bahasa Inggris: 100%
-          Pelatihan bidangnya: 100%
-          Pelatihan manajemen sesuai bidangnya: 100%

50%

100%
90%

85%
5
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
a
Lahan

-          Lahan sudah memenuhi standart yaitu dengan luas 13.600 m2
-          Lahan sudah memenuhi standart yaitu dengan luas 13.600 m2
-           
0%
b
Bangunan

-          Ruang Laboratorium Bahasa  tidak ada
-          Ruang multimedia: tidak ada

-          Ruang akademik dan pe-ngembangan SIM : tidak ada

-          Peralatan Ruang Laboratorium Bahasa tidak ada

-          Peralatan Ruang Laboratorium Komputer belum lengkap

-          Peralatan Multimedia tidak ada


-          Ruang Laboratorium Bahasa: 1 buah
-          Ruang multi media: 1 buah

-          Ruang akademik dan pengembangan SIM: tidak ada
-          Peralatan Ruang Labora-torium Bahasa lengkap (40 siswa)
-          Peralatan Ruang Labor-torium Komputer lengkap (40 siswa)
-          Peralatan Multimedia lengkap

-          Terbangun R. Lab. Bahasa
-          Terbangun R. multi media
-          Terbangun R akademik dan SIM
-          Penggadaan peralatan Lab. Bahasa
-          Penggadaan peralatan Lab. Komputer
-          Penggadaan peralatan Lab. Multimedia
c
Kelengkapan sarana dan prasarana

-          Komputer Guru: 2 Unit
-          Komputer di Lab Komputer :  13 Unit
-          Komputer TU 2 Unit
-          Lap Top : 8 Unit
-          LCD Proyektor : 3 Unit
-          Printer Guru : 1 Unit
-          Printer TU 2 Unit
-          Printer Siswa : 1 Unit
-          Scanner TU: 1 Unit
-          Jaringan internet hanya di ruang komputer
-          Komputer Guru: 5 Unit
-          Komputer di Lab Komputer : 20  Unit
-          Komputer TU 2 Unit
-          Lap Top : `12 Unit
-          LCD Proyektor : 4 Unit
-          Printer Guru : 2 Unit
-          Printer TU 3 Unit
-          Printer Siswa : 2 Unit
-          Scanner TU&Guru : 2 Unit
-          Semua ruang terpasang jaringan komputer
3 Unit
7 Unit

0 Unit
4 Unit
1 Unit
1 Unit
1 unit
1 Unit
1 Unit
Terpasang
6.
Standar Pengelolaan Pendidikan
a
Rencana Kerja Sekolah

-          Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 75%
-          Dokumen PSB: 90%
-          Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 60%
-          Dokumen tata tertib sekolah: 80%
-          Dokumen kode etik sekolah: 80%

-          Dokumen penugasan guru: 100%


-          Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 100%
-          Dokumen PSB: 100%
-          Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 100%
-          Dokumen tata tertib sekolah: 100%
-          Dokumen kode etik sekolah: 100%
-          Dokumen penugasan guru: 100%

25%
10%

40%

20%

20%

0%
b
Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah

-          Struktur organisasi: 60% lengkap
-          Dokumen pembagian tugas/ kewenangan/tupoksi: 70%
-          Struktur organisasi: 100% lengkap
-          Dokumen pembagian tugas/ kewenangan/tupoksi: 100%

40%

30%

c
Pengawasan dan Evaluasi

-          Tidak ada tim khusus
-          Ada instrumen namun tidak lengkap 55%
-          Pelaporan : 60%
-          Pendokumentasian : 70%
-          Tindak lanjut: 70%
-          Dokumen Akreditasi 70%

-          Ada tim khusus: 100%
-          Ada instrumen: 100%

-          Ada pelaporan: 100%
-          Pendokumentasian : 100%
-          Tindak lanjut: 100%
-          Dokumen Akreditasi 100%


100%
45%

40%
30%
30%
30%
d
Kepemimpinan

-          Dokumentasi struktur kepemimpinan 80%


-          Dokumentasi struktur kepemimpinan 100%
20%
e
Sistem Informasi Manajement Sekolah

-          Tidak terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah)
-          Tidak terpasang jaringan SIM

-          Terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah): 100%
Terpasang jaringan SIM: 100%

100%

100%
7.
Standar Pembiayaan Pendidikan
a
Biaya Investasi

-          Penyusunan RKS dan RKAS melibatkan 3 Stakeholders
-          Dokumen nilai aset sarana dan prasarana 80%
-          Pembelanjaan sesuai dengan RKS dan RKAS

-          Penyusunan RKS dan RKAS melibatkan 6 Stakeholders
-          Dokumen nilai aset sarana dan prasarana 100%
-          Pembelanjaan sesuai dengan RKS dan RKAS


3 Stakeholders


20%
0%
b
Biaya Operasional

-          Pendokumenan laporan keuangan 90%

-          Pendokumenan laporan keuangan 100%


10%
c
Biaya Personal

-          Tidak ada penggalangan dana personal

-          Ada penggalangan dana personal

1 MOU
d.
Transparasi dan Akuntabilitas

-          Pelaporan penggunaan dana: 80%
-          Buku Pedoman Penggunaan keuangan 90 %
-           
-          Pelaporan penggunaan dana: 100%
-          Buku Pedoman Peng gunaan keuangan 100 %
-           
20%


10%
8.
Standar  Penilaian Pendidikan:
a
Penilaian oleh Pendidik

-          Penguasaan tehnik – tehnik penilaian  80%
-          Penguasaan mekanisme dan prosedur penilaian  80%

-          Penguasaan tehnik pengolahan hasil penilaian 50%

-          Pemanfaatan hasil penilaian  60%
-          Penguasaan tehnik – tehnik penilaian  100%
-          Penguasaan mekanisme dan prosedur penilaian  100%
-          Penguasaan tehnik pengolahan hasil penilaian 100%
-          Pemanfaatan hasil penilaian  100%


20%


20%


50%

40%
b
Penilaian oleh satuan Pendidikan

-          Pemahaman cara menentukan KKM  70%
-          Pemahaman cara menentukan Kreteria kenaikan kelas 90%

-          Pemahaman cara menentukan Kreteria kelulusan 90%

-          Pemanfaatan hasil Penilaian 80%


-          Pemahaman cara menentukan KKM  100%
-          Pemahaman cara menentukan Kreteria kenaikan kelas 100%
-          Pemahaman cara menentukan Kreteria kelulusan 100%
-          Pemanfaatan hasil Penilaian 100%


30%


10%


10%

20%
c
Penilaian oleh Pemerintah

-          Pemanfaatan hasil penilaian untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi 80%
-          Pemanfaatan hasil penilaian untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi 100%



20%




V.    VISI SEKOLAH
Berprestasi dalam IPTEK yang dilandasi IMTAQ untuk mengembangkan patensi diri dan daerah.

INDIKATOR VISI
a. Terwujudnya lulusan yang cerdas, kompetitif, cinta tanah air, beriman, dan bertaqwa
b. Terwujudnya KTSP di sekolah yang lengkap
c.  Terwujudnya  proses pembelajaran yang efektif dan efisien
d. Terwujudnya  prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir
e. Terwujudnya  tenaga pendidik dan kependidikan yang profisional
f.   Terwujudnya  pengelolaan pendidikan
g. Terwujudnya  penilaian pendidikan
h. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai

VI.    MISI SEKOLAH
1.    Mewujudkan peserta didik yang mampu menghayati dan mengamalkan  ajaran agamanya dalam kehidupan sehari hari.
2.    Mewujudkan peserta didik yang memiliki rasa nasionalisme tinggi.
3.    Mewujudkan peserta didik yang memiliki daya saing
4.    Mewujudkan peserta didik yang mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
5.    Mewujudkan perangkat Kurikulum yang lengkap, mutahir dan berwawasan ke depan.
6.    Mewujudkan proses pembelajaran yang berwawasan pada PAKEM.
7.    Mewujudkan sarana dan prasarana sekolah yang relefan, mutakhir dan berwawasan ke depan.
8.    Mewujudkan tenaga pendidik dan kependidikan yang kreatif, inovatif dan profesional.
9.    Mewujudkan manajemen yang  berbasis sekolah.
10.  Mewujudkan pengelolaan penilaian yang berbasis IT.
11.  Mewujudkan sekolah yang dapat memberikan kenyamanan bagi semua warga sekolah.

VII.  TUJUAN SEKOLAH
Adapun tujuan yang diharapkan tercapai pada tahun 2016 antara lain:
1.    Terlaksananya standar kelulusan
·         Sekolah mampu menerapkan / meningkatkan nilai – nilai keagamaan pada diri siswa.
·         Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan peserta didik yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi
·         Sekolah mampu meningkatkan/ menghasilkan prestasi di bidang akademik
·         Sekolah mampu meningkatkan/menghasillkan prestasi di bidang non akademik .
·         Sekolah mampu meningkatkan/ menghasilkan lulusan yang kompetitif.
·         Sekolah mampu meningkatkan/ menghasilkan nilai ujian nasional maupun sekolah.

2.    Terpenuhinya dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
·Sekolah mampu menerapkan KTSP  kelas 7, 8 dan 9 untuk semua mata pelajaran.
·Sekolah mampu menerapkan / menghasilkan silabus, RPP dan instrument penilaian yang lengkap, mutahir dan berwawasan masa depan.
·Sekolah mampu menerapkan persyaratan pembelajaran sesuai dengan kurikulum KTSP

3.    Terlaksananya proses  pembelajaran
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan model pembelajaran  PAKEM.
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan pembelajaran yang mutahir.
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan pembelajaran yang berorientasi pada masa depan.
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilakan model pembelajaran  Lesson Study
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilakan model pembelajaran  Contektual Teaching and Learning.
4.    Terlaksananya peningkatan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan
·         Sekolah mampu menigkatkan/menghasilkan menejer yang memiliki kompetensi bahasa Inggris.
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan menejer yang melaksanakan kepemimpinan TUT WURI HANDAYANI.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan  guru yang  paham IT.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan  guru mahir berbahasa Inggris
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan pendidik yang profesional .
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan kompetensi tenaga kependidikan yang mampu dan handal dalam bidang IT.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan kompetensi tenaga kependidikan yang mampu dan handal dalam bidang PTK

5.    Terlaksananya kebutuhan sarana/prasarana dan fasilitas sekolah
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan sarana sekolah yang berbasis Tekhnologi Informasi.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan  fasilitas sekolah yang lengkap, relefan dan  mutahir.

6.    Terlaksananya peningkatan pengelolaan sekolah
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan kondisi sekolah yang kondusif sehingga dapat berjalan sesuai  tugas dan tanggung jawabnya.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan pendidik yang tertib admiinistrasi.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan tenaga kependidikan yang tertib admiinistrasi.

7.    Terlaksanya upaya-upaya penggalangan biaya pendidikan
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan bantuan dana dari pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sekolah
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan bantuan dana dari wali murid dengan dukungan komite sekolah  untuk memenuhi  kebutuhan sekolah.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan masukan dana secara mandiri.

8.    Terlaksananya sistem penilaian yang sesuai kurikulum
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan sistem penilaian yang dipersyaratkan kurikulum
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan instrument penilaian dengan baik dan terukur.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan pengelolaan penilaian yang berbasis IT.

VIII.  RENCANA KERJA/PROGRAM
1.      Pemenuhan Standar Kelulusan :
a.    Peningkatan nilai ujian akhir.
b.    Peningkatan jumlah siswa yang lulus.
c.    Peningkatan prestasi bidang akademik.
d.    Peningkatan prestasi bidang non akademik
e.    Peningkatan jumlah siswa yang melanjutkan studi.

2.      Pemenuhan Standar Isi :
a.    Pengarsipan  
b.    Pengembangan Buku-1 KTSP.
c.    Pengembangan silabus.
d.    Pengembangan RPP.

3.      Pemenuhan Standar Proses:
a.    Pemenuhan perencanaan proses pembelajaran.
b.    Pemenuhan persyaratan pembelajaran sekolah SSN.
c.    Pemenuhan persyaratan pelaksanaan pembelajaran.
d.    Pemenuhan pelaksanaan pembelajaran.
e.    Pemenuhan pengawasan proses pembelajaran.

4.      Pemenuhan Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan:
a.    Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan (kepala sekolah).
b.    Peningkatan kompetensi tenaga pendidik (guru).
c.    Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan lainnya.

5.      Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana:
a.    Pemenuhan sarana dan prasarana minimal.
b.    Pemenuhan sarana dan prasarana lainnya.
c.    Pemenuhan fasilitas pembelajaran dan penilaian.

6.      Pemenuhan Standar Pengelolaan:
a.    Pemenuhan perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja dan kegiatan sekolah.
b.    Pemenuhan struktur organisasi dan mekanisme kerja sekolah.
c.    Peningkatan supervisi, monitoring, evaluasi, dan akreditasi sekolah.
d.    Peningkatan peran serta masyarakat dan kemitraan.
e.    Pemenuhan SIM sekolah

7.      Pemenuhan Standar  Pembiayaan :
a.    Pemenuhan sumber dana pendidikan
b.    Pemenuhan pengalokasian dana
c.    Pemenuhan pelaporan  penggunaan dana
d.    Pemenuhan dokumen  pelaporan penggunaan dana

8.      Pemenuhan Standar Penilaian Pendidikan:
a.    Peningkatan kompetensi penilaian oleh pendidik
b.    Peningkatan kompetensi penilaian oleh satuan Pendidikan
c.    kompetensi penilaian oleh Pemerintah

IX.  STRATEGI PENCAPAIAN
1.    Program Standart Kelulusan.
·             Melaksanakan bimbingan belajar dan pembinaan secara intensif
·             Mengadakan pendalaman materi esensial dan prediksi Ujian Nasional
·             Melaksanakan pembinaan baik di bidang akademik dan non akademik serta  dan disiplin siswa.
·             Melaksanakan pembinaan tentang prilaku siswa yang sesuai dengan norma agama dan masyarakat.

2.    Program Standart Isi.
·             Melaksanakan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP )
·             Membentuk tim pengembang KTSP
·             Mengadakan workshop/pelatihan untuk semua guru dalam menyusun perangkat pembelajaran
3.    Program Standart Proses
·             Melaksanakan pengembangan inovasi pembelajaran
·             Melaksanakan workshop pemahaman model – model pembelajran untuk semua guru.
·             Mengikutsertakan guru dalam pelatihan/workshop  tentang pembelajaran yang berorientasi PAKEM.
·             Mengikutsertakan guru dalam pelatihan/workshop  tentang pembelajaran yang berorientasi LESSON STUDY
·             Mengikutsertakan guru dalam pelatihan/workshop  tentang pembelajaran yang berorientasi CTL
.
4.    Program Standart Pendidik dan Tenaga kependidikan.
·             Mengikutsertakan kepala sekolah, guru dan staf TU dalam pelatihan dan workshop yang relevan dengan fungsi dan tugas pokoknya .
·             Melakukan pembinaan secara berkala.

5.    Program Standart  sarana/prasarana dan fasilitas sekolah
·             Mengajukan bantuan pada dinas/pemerintah.
·             Memobilisasi dukungan masyarakat melalui komite sekolah.

6.    Program Standart  pengelolaan sekolah
·             Mengoptimalkan kinerja guru dan TU.
·             Melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja guru dan TU.
·             Memanfaatkan ICT dalam pengelolaan administarasi dan latihan.

7.    Program Standart pembiayaan pendidikan
·             Mengajukan proposal bantuan dinas/pemerintah.
·             Menjalin kerjasama masyarakat dan pihak lain untuk menggali dana.

8.    Program Standart  penilaian
·             Menyelenggarakan/mengikutsertakan dalam workshop tentang sistem penilaian.
·             Menyusun instrument penilaian yang bervariasi.




X.   HASIL YANG DIHARAPKAN
1.       Meningkatnya hasil ujian akhir dan kelulusan serta yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
2.       Terlaksananya bimbingan belajar dan pembinaan secara intensif baik di bidang akademik dan non akademik.
3.       Terealisasinya KTSP di semua tingkatan kelas dan semua mata pelajaran
4.       Terealisasinya penerapan model-model pembelajaran yang inovatif
5.       Terwujudnya penigkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan
6.       Terpenuhinya sarana/prasarana dan fasilitas sekolah yang memadai
7.       Terealisasinya peningkatan pengelolaan sekolah yang optimal
8.       Terlaksananya upaya-upaya penggalangan biaya kebutuhan pendidikan
9.       Terealisasinya sistem penilaian yang sesuai kurikulum yang berlaku

 XI.   TONGGAK-TONGGAK KUNCI KEBERHASILAN
NO
ASPEK STRATEGI
TONGGAK-TONGGAK KUNCI KEBERHASILAN SEKOLAH

Tahun I
Tahun II
Tahun III
Tahun IV

1.
Standar Kompetensi Lulusan

a
Peningkatan Nilai Ujian Akhir dan Kelulusan





-          Jumlah kelulusan  100%
-          Rata - rata nilai ujian Nasional 7,77
-          Rata – rata nilai ujian sekolah 7,67

0%
8,00
8,00
0 %
8,25
8,50
0 %
8,50
8,75
0 %
9,00
9,00

b
Peningkatan Kecerdasan Peserta Didik




-          Latihan kepemimpinan bagi pengurus OSIS


Pengurus kelas
Pengurus kelas
Pengurus kelas
Pengurus kelas

c
Peningkatan Pengetahuan Peserta Didik



-        Perkemahan setiap 1 tahun sekali
-          Memperoleh juara ke-3 tk kab. Lomba OSN Matematika
-          Memperoleh juara ke-1 tk kab Lomba Telling Story

-          Memperoleh juara ke-8 tk karesidenan Lomba Trampil Matematika

2 kali

Juara 2

Juara hrp 4

Juara 5

2 kali

Juara 1

Juara hrp 3

 Juara 4

2 kali

Juara 1

Juara hrp 2

Juara 3

2 kali

Juara 1

Juara hrp 1


Juara 2


d
Peningkatan Kepribadian Peserta Didik


-    Peringatan hari – hari besar    nasional  75 %
-     Peringatan HUT RI
-   Memperoleh juara ke-1 tk kab 2 tahun berturut – turut bidang sepak bola
-         Memperoleh juara ke-3 tk provinsi bidang  lari jarak pendek / Atletik
-         Memperoleh juara ke-1 tk kab  bidang tenis meja
-         Tidak pernah mendapat juara Volly Bal

-         Mengadakan penyuluhan bahaya Narkoba setiap tahun satu kali

80%

100%
Juara tetap

Juara 2
Juara  3
Tk. prop
Juara hrp 4

2 kali

85%

100%
Juara tetap

Juara  1
Juara  2
Tk. prop
Juara hrp 3

2 kali

90%

100% Juara tetap

Juara  1
Juara  1
Tk. Prop
Juara hrp 2

2 kali

100%

100% Juara tetap


Juara  1
Juara  1
Tk. Prop
Juara hrp 1


2 kali


e
Peningkatan Akhlak Mulia Peserta Didik


-          Peringatan hari Besar agama Islam hanya 75%
-          Pembiasaan Jum’at beramal hanya 60%
 

90%
70%

95%
85%

100%
100%

100%
100%

f
Peningkatan Ketrampilan Hidup Peserta Didik


-          Mengadakan Pentas seni setia tahun satu kali
-          Pernah mengadakan tambahan pelajaran berupa ketrampilan menjahit


2 kali

1 kgtn

2 kali

1 kgtn

2 kali

1 kgtn

2 kali

1 kgtn

g
Peningkatan Pendidikan Lanjut  Peserta Didik


-          Mengadakan Penyuluhan pendidikan lanjutan 50%

70%
80%
90%
100%

2
Standar Isi

a    
Kerangka Dasar Kurikulum



-          Panduan pelaksanaan Kurikulum yang berupa peraturan pemerintah dan peraturan lain masih 70%



80%
90%
100%
100%

b
Struktur Kurikulum 



-          Struktur kurikulum 75%
-          Program pengembangan diri 80%
-          Program Pendidikan Ber basis Keunggulan Lokal        ( PBKL) 0%


85%
90%

25%

90% 100%

50%

100% 100%

 75%

100% 100%

100%

c
Beban Belajar


-          Jumlah siswa per rombel 36 anak 



-          Beban mengajar guru rata-rata : 22 jam/minggu

-          Dokumentasi Persyaratan pembelajaran minimal 90%

Pengurangan 4 siswa per kelas penambahan 2 jam pelajaran

100%

-



-



100%
-



-



100%
-



-



100%

d
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


-          Penentuan KKM 80% benar
-          Belum tersusun Buku  KTSP     
-          Tersusun silabus 90% dari semua mata pelajaran
-          Tersusun RPP : 90% dari semua mapel
-           
100 %
1 buku

100%
100%
100 %
1 buku

100%
100%

100 %
1 buku

100%
100%
100 %
1 buku

100%
100%

3.
Standar Proses

a
Perencanaan Pembelajaran


-          Kepemilikan silabus oleh guru: 90% memiliki
-          Kepemilikan RPP oleh guru: 90% memiliki
-          Kepemilikan sumber belajar /bahan ajar: 80%
-          Pengembangan perangkat instrumen untuk pemaham-an guru terhadap karak-teristik siswa: 30%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%
100%

100%

100%

90%
100%

100%

100%

100%

b
Pelaksanaan pembelajaran


-          Cakupan pendahuluan dalam pembelajaran oleh guru di kelas : 65%
-          Cakupan penerapan prinsip pembelajaran yang: eksploratif, elaboratir, dan konformatif : 40%
-          Penerapan CTL : 20%
-          Penerapan pembelajaran tuntas : 35%
-          Penerapan pembelajaran yang berpedoman pada PAKEM 40%
-          Penerapan pembelajaran yang berpedoman pada LESSON STUDY 40%
-          Penerapan pembelajaran di luar kelas/sekolah : 25%
-          Cakupan pelaksanaan penutup dalam pembelajaran: 70%


100%


100%
100%
100%

70%

70%

50%

100%

100%


100%
100%
100%

80%

80%

75%

100%

100%


100%
100%
100%

85%

85%

100%

100%

100%


100%
100%
100%

100%

100%

-

100%

c
Penilaian Hasil belajar:


-          Pengembangan instrumen pe-nilaian hasil belajar: 70%
-          Variasi model penilaian 70%
-          Pengolahan/analisis hasil penilai-an 80% jenis manual
-          Pemanfaatan/tindak lanjut hasil penilaian: 80% manfaat

90%

80%
85%

85%
100%

85%
90%

90%
-

100%
100%

100%
-

-
-

-

d
Pengawasan Pembelajaran:


-          Cakupan kegiatan supervisi pem-belajaran: 45%
-          Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran: 50%
-          Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran: 30%
-          Cakupan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran: 50%

100%

100%

100%

100%

100%
-

-

-

-

-
-

-

-

-

-
-

-

-

-

-

4
Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan:

a
Kepala sekolah:


-          Belum pelatihan bahasa Inggris atau TOEFL < 400
-          Belum pelatihan TIK
-          Belum pelatihan kepemimpinan
-          Pelatihan manajerial sekolah (MBS) 1 kali
-          Belum pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah
-          Belum pelatihan administrasi persekolahan
-          Pelatihan KTSP 2 kali

>400

1 kali
1 kali
-

1 kali

-
1 kali
-

1 kali
1 kali
1 kali

-

1 kali
1 kali
-

1 kali
-
1 kali

1 kali

1 kali
1 kali
-

-
-
-

-

-
1 kali

b
Guru:


-          Pelatihan CTL: 40%
-          Pelatihan pembelajaran tuntas: 50%
-          Pelatihan penilaian dan evaluasi pembelajaran: 40%
-          Pelatihan Bahasa Inggris: 25%
-          Pelatihan TIK: 35%
-          Pelatihan KTSP: 65%
-          Pelatihan penelitian pendidikan : 20%
-          Pelatihan kepribadian: 10%
-          Pelatihan PAIKEM/PAKEM: 25%

-
100%
-

50%
-
100%
60%
-
-
100%
-
100%

75%
75%
-
80%
-
50%
-
-
-

100%
100%
-
100%
100%
75%
-
-
-

-
-
-
-
-
-

c
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll:





-          Pelatihan TIK: 50%
-          Pelatihan bahasa Inggris: 50%
-          Pelatihan bidangnya: 10%
-          Pelatihan manajemen sesuai bidangnya: 15%

100%
-
-
-

-
100%
-
-
-
-
100%
100%
-
-
-
-

5
Standar Sarana dan Prasarana

a
Lahan


-          Lahan sudah memenuhi standart yaitu dengan luas 13.600 m2


b
Bangunan


-          Ruang Laboratorium Bahasa : tidak ada
-          Ruang multimedia: tidak ada
-          Ruang akademik dan pe-ngembangan SIM : tidak ada
-          Peralatan Ruang Labora-torium Bahasa tidak ada
-          Peralatan Ruang Labo-ratorium Komputer belum lengkap
-          Peralatan Multimedia tidak ada

-          Terbangun R. Lab Bahasa
-          Terbangun R. Multimedia
-          Terbangun R akademik dan SIM

-          Penggadaan peralatan Lab. Bahasa

-          Penggadaan peralatan Lab. Kompurer

-          Penggadaan peralatan Lab. Multimedia



c
Kelengkapan Saran Prasarana


-          Komputer Guru: 2 Unit
-          Komputer di Lab Komputer :  13 Unit
-          Komputer TU 2 Unit
-          Lap Top : 8 Unit
-          LCD Proyektor : 1 Unit
-          Printer Guru : 1 Unit
-          Printer TU 2 Unit
-          Printer Siswa : 1 Unit
-          Scanner TU: 1 Unit
-          Jaringan internet hanya di ruang komputer

1 Unit
1 unit
-
1 Unit
1 Unit
-
-
-
-
Terpasang di semua  Ruang
1 Unit
1 Unit
-
1 unit
2 unit
-
-
-
-
-
1 unit
1 Unit
1 unit
1 unit
1 unit
-
-
-
-
-
-
4 Unit
-
-
-
1 unit
1 unit
1 unit
1 unit
-

6.
Standar Pengelolaan   

a
Rencana Kegiatan Sekolah

           
-          Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 75%
-          Dokumen PSB: 75%
-          Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 60%
-          Dokumen tata tertib sekolah: 60%
-          Dokumen kode etik sekolah: 60%
-          Dokumen penugasan guru: 70%

100%

100%

100%
100%
100%
100%


100%

100%

100%
100%
100%
100%

100%

100%

100%
100%
100%
100%

100%

100%

100%
100%
100%
100%


b
Pelaksanaan RKS


-          Struktur organisasi: 60% lengkap
-          Dokumen pembagian tugas / kewenangan / tupoksi: 70%

100%
100%

100%
100%
100%
100%
100%
100%

c
Pengawasan dan Evaluasi


-          Tidak ada tim khusus
-          Ada instrumen namun tidak lengkap 55%
-          Pelaporan : 60%
-          Pendokumentasian : 70%
-          Tindak lanjut: 70%
-          Dokumen Akreditasi 70%

Ada tim
100%
100%
100%
100%
100%
Ada tim 100%
100%
100%
100%
100%
Ada tim 100%
100%
100%
100%
100%
Ada tim 100%
100%
100%
100%
100%


d
Kepemimpinan


-          Dokumentasi struktur kepemimpinan 80%

100%

100%

100%

100%


e
 SIM sekolah


-          Tidak terpasang PAS (Paket Aplikasi Sekolah)
-          Tidak terpasang jaringan SIM

-

100%
100%

-
-

-
-

-

7.
Standar Keuangan dan Pembiayaan

a
Biaya Investasi


-          Penyusunan RKS dan RKAS melibatkan 3 Stakeholders
-          Dokumen nilai aset sarana dan prasarana 80%
-          Pembelanjaan sesuai dengan RKS dan RKAS

5 Stake holders

100%

-
6 Stake holders

100%

-
6 Stake holders

100%

-
6 Stake holders

100%

-

b
Biaya Operasional


-          Pendokumenan laporan keuangan 90%

100%

100%

100%

100%


c
Biaya Personal


-          Tidak ada penggalangan dana personal

-
-
ada
ada

d.
Transparasi dan Akuntabilitas


-          Pelaporan penggunaan dana: 80%
-          Buku Pedoman Penggunaan keuangan 90 %

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%


8.
Standar  Penilaian Pendidikan:

a
Penilaian oleh Pendidik


-          Penguasaan tehnik – tehnik penilaian  80%
-          Penguasaan mekanisme dan prosedur penilaian  80%
-          Penguasaan tehnik pengolahan hasil penilaian 50%
-          Pemanfaatan hasil penilaian  60%

100%


100%

100%
100%
100%


100%

100%
100%
100%


100%

100%
100%

100%


100%

100%
100%

b
Penilaian oleh satuan Pendidikan


-          Pemahaman cara menentukan KKM  70%
-          Pemahaman cara menentukan Kreteria kenaikan kelas 90%
-          Pemahaman cara menentukan Kreteria kelulusan 90%
-          Pemanfaatan hasil Penilaian 80%

100%


100%

100%
100%
100%


100%

100%
100%
100%


100%

100%
100%
100%


100%

100%
100%

c
Penilaian oleh Pemerintah


-          Pemanfaatan hasil penilaian untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi 80%
100%
100%
100%
100%


XII. Pengawasan dan Evaluasi
A.    Tujuan pengawasan dan evaluasi
        Pengawasan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah program sekolah berjalan sebagaimana yang direncankan, apa hambatan yang terjadi dan bagaimana cara mengatasi masaah tersebut. Dan menekankan pada pemantauan proses pelaksanaan program
        Evaluasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah program sekolah mencapai sasaran yang diharapkan dan menekankan pada aspek hasil.

B. Komponen Utama Monitoring dan Evaluasi
1.     Komponen input :
a.     Aspek tenaga kependidikan : kepala sekolah, guru dan karyawan
b.     Aspek kesiswaan, kondisi siswa dan prestasi siswa
c.     Aspek sarana dan prasarana
d.     Aspek peran serta masyarakata


2.     Komponen proses
a.     aspek kurikulum dan bahan ajar
b.     Aspek proses belajar mengajar
c.     Aspek manajemen dan kepemimpinan

3.     Komponen Output
        a.     Aspek presensi belajar siswa
        b.     Aspek presensi guru dan kepala sekolah
        c.     Aspek prestasi sekolah

4.     Pelaksanaan monitoring :
        a.     Internal : Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah
        b.     Eksternal :
1).    Komite sekolah
2)     Dinas pendidikan kabupaten
3).    Inspektorat kabupaten
4).    Direktorat pembinaan SMP
5).    Dinas P dan K propinsi
6).    Irjen Depdiknas, BPKP dan BPK

5.     Waktu pelaksanaan
        a.     Monitoring
1)     Internal dilaksanakan setiap dua bulan sekali
2).    Eksternal sesuai jadawal monitoring
b.     Evaluasi
1)     Internal dilaksanakan diakhir tahun
2).    Eksternal sesuai jadawal evaluasi

6.     Sumber data
a.     Dokumentasi
b.     Hasil pengamatan
c.     Instrumen Monitoring dan Evaluasi

6.     Metode pengumpulan data
a.     Metode dokumentasi
b.     Metode wawancara
c.     Metode observasi
d.     Metode kuiseoner
7.     Rincian kerja
a.     Pembentukan tim Monitoring dan Evaluasi
b.     Menyusun jadwal pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi
c.     Menyusun instrument Monitoring dan Evaluasi
d.     Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi
e.     Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi dan tindak lanjut

8.     Jadwal monitoring dan evaluasi
No
Kegiatan
Bulan
7
8
9
10
11
12
1
2
3
4
5
6
1.
Monitoring






2.
Evaluasi











  

No comments:

Post a Comment

Media Pembelajaran Bahasa Inggris dan Implementasinya

1. Definisi media Kata  media  berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari  medium  yang secara harfiah berarti perantara at...