RENCANA KERJA SEKOLAH
(RKS)
I.
ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS
Keberhasilan sebuah pendidikan di suatu negara
merupakan salah satu kreteria negara dan bangsa tersebut maju atau tidak
sehingga bidang pendidikan harus menjadi prioritas utama guna meningkatkan daya
saing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sedangkan dunia pendidikan saat ini
sangat di pengaruhi oleh kondisi dunia yang tidak menentu dalam segala bidang. Karena
itu penyelenggaraan pendidikan haruslah berorientasi pada bagaimana
menyesuaikan dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi saat ini dan
yang akan datang.
A.
Analisis Pengembangan Bidang Ekonomi
Resesi ekonomi yang terjadi di negara adi kuasa secara tidak langsung
berpengaruh terhadap perekonomian bangsa Indonesia yang hingga saat ini belum
sepenuhnya bangkit. Dampak langsung dari keadaan tersebut di dalam dunia
pendidikan sangatlah dapat dirasakan. Maka para penyelenggara pendidikan
dituntut untuk dapat mencari cara tepat yang dapat menghasilkan lulusan yang
kompetitif.
B.
Analisis Pengembangan Bidang Sosial
Era globalisasi teleh melanda dunia saat ini. Akibatnya terjadi
perubahan dalam segala bidang terutama di bidang sosial. Kesenjangan sosial
semakin nyata, hubungan sosial semakin berkurang dan persaingan semakin ketat.
Kondisi seperti ini menuntut para penyelenggara pendidikan mempersiapkan peserta
didik yang nantinya dapat memiliki
kompetensi sosial yang dapat menghadapi tantangan masa depan.
C.
Analisis Pengembangan
Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Perkembangan IPTEK di era globlisasi sangatlah
pesat dan itu juga berpengaruh bagi dunia pendidikan. Sepuluh tahun yang lalu dalam
kurikulum 2000 tidak ada muatan
pelajaran TIK tetapi karena perkembangan IPTEK yang sangat pesat maka
untuk kurikulum saat ini telah memuat pelajaran TIK. Dengan tujuan peserta
didik nantinya dapat memiliki kompetensi tehnik – tehnik informasi komunikasi
sehingga dapat bersaing dalam penerapan
dan pengembangan IPTEK.
D.
Analisis Pengembangan Bidang Budaya
Kebudayaan merupakan ciri khas suatu bangsa tetapi karena pengaruh budaya
global maka ciri khas tersebut lambat laun semakin memudar. Saat ini beberapa
budaya bangsa Indonesia
telah diakui bangsa lain. Oleh karena itu pendidikan yang dilaksanakan oleh
bangsa Indonesia harus dapat
melestarikan serta menumbuhkembangkan budaya
bangsa Indonesia .
Dengan harapan peserta didik bangga dengan budaya yang dimilikinya sendiri.
E.
Analisis Pengembangan Demografi
Perkembangan penduduk dewasa ini yang tumbuh dengan pesat, dimana angka
kelahiran cukup tinggi, hal ini sangat berpengaruh pada sekor pendidikan.
Sehingga dengan perkembangan penduduk yang tingginya harus diimbangi dengan
sarana dan prasarana untuk meningkatan kwalitas SDM. Oleh karena itu pendidikan
yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia
harus dapat mempersiapkan peserta didik yang nantinya dapat memiliki kompetensi
untuk berwiraswasta sehingga angka pengangguran dapat ditekan atau berkurang.
F.
Analisis Pengembangan Geografi
Kondisi geografi Indonesia
sebagian besar adalah daerah lautan dan kepulauan. Lautan yang yang membentang
dari sabang sampai meraoke memang merupakan sumber alam yang tak ternilai
harganya. Demikian juga dengan daratan
yang sebagian besar merupakan pegunungan.
Topologi wilayah yang seperti
ini mengakibatkan ada sekolah yang
berada di daerah terpencil atau berada di wilayah pegunungan. Oleh karena itu
pendidikan harus di desain secara sistematis agar pendidikan dapat berjalan
lancar dalam kondisi saat ini.
G.
Bidang Politik
Reformasi telah merubah segalanya di indonesia. Kran demokrasi telah terbuka dan hak asasi di junjung setinggi –
tingginya. Akibatnya banyak individu atau sekelompok masyarakat yang berlebihan
sehingga bertindak anarkhis. Kondisi demikian dapat di benahi melalui dunia
pendidikan yang terencana dan terprogram dengan baik.
H.
Analisis Pengembangan Bidang Keamanan
Keamanan di suatu daerah dengan daerah lain memang berbeda-beda. Akan
tetapi potensi konflik dimana-mana tidak bisa lagi di prediksi. Misalnya suatu
daerah yang sebelumnya aman, secara tiba-tiba terjadi konflik yang
berkepanjangan. Hal ini tentu sangat berpengaruh sekali terhadap kelancaran
proses pendidikan. Kondisi semacam ini hendaknya juga dapat diantisipasi sedini
mungkin agar pendidikan tetap bias berlangsung dengan aman, nyaman dan
berkesinambungan.
II.
ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI
A. Analisis Mutu Pendidikan dan Daya Saing
Globalisasi yang di picu oleh perkembangan
teknologi akan berlangsung terus menerus dengan tingkat kepesatan yang semakin
tinggi. Dan kita bisa mengambil bagian
dalam dunia tanpa batas tersebut bila kita mempunyai sumber daya manusia
yang berkualitas. Dengan sumber daya manusia
yang berkualitas hampir dapat dipastikan kita mampu menjawab seluruh persoalan
yang terjadi dalam kehidupan kita. SDM yang berkualitas diperoleh dengan
pembelajaran/ pendidikan yang bermutu juga.
Dengan mutu pendidikan yang baik kita dapat
membuat perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, terobosan-terobosan,
inovasi, solusi, serta berpikir efektif dan efisien diharapkan kita mampu
bersaing di dunia global yang makin
ketat ini.
Sayangnya, rendahnya kualitas sumber daya manusia
inilah yang menjadi persoalan kita. Persoalan-persoalan yang mengemuka saat ini
seperti kemiskinan, penjualan manusia (human trafficking), TKI ilegal dan
sebaginya
B. Analisis Efisiensi Pendidikan
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan
yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan
dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Efektifitas pendidikan
di Indonesia sangat rendah. Setelah praktisi pendidikan melakukan penelitian
dan survey ke lapangan, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan
pendidikan yang jelas sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.
Hal ini menyebabkan peserta didik dan pendidik
tidak tahu “goal” apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran
yang jelas dalam proses pendidikan. Jelas hal ini merupakan masalah terpenting
jika kita menginginkan efektifitas pengajaran.
C. Analisis Relevansi Pendidikan
Kualitas pendidikan di Indonesia sangat
memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang
peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu
komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per
kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin
menurun.
Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan
yang menganggur. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990
menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar
25,47%, Diploma/S0 sebesar 27,5% dan PT sebesar 36,6%, sedangkan pada periode
yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat
pendidikan yaitu 13,4%, 14,21%, dan 15,07%. Menurut data Balitbang Depdiknas
1999, setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki
keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri.
Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini
disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang
dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja
D. Analisis Kesempatan/Akses Pendidikan
Pemerataan pendidikan dalam arti pemerataan
kesempatan untuk memperoleh pendidikan telah lama menjadi masalah yang mendapat
perhatian, terutama di negara-negara sedang berkembang. Hal ini tidak terlepas
dari makin tumbuhnya kesadaran bahwa pendidikan mempunyai peran penting dalam
pembangunan bangsa, seiring juga dengan berkembangnya demokratisasi pendidikan
dengan semboyan education for all.
Kesempatan pendidikan mencakup dua aspek penting
yaitu Equality dan Equity. Equality atau persamaan mengandungn arti persamaan
kesempatan untuk memperoleh pendidikan, sedangkan equity bermakna keadilan
dalam memperoleh kesempatan pendidikan yang sama diantara berbagai kelompok
dalam masyarakat. Akses terhadap pendidikan yang merata berarti semua penduduk
usia sekolah telah memperoleh kesempatan pendidikan, sementara itu akses
terhadap pendidikan telah adil jika antar kelompok bisa menikmati pendidikan
secara sama.
Dalam
pemahaman kesempatan pendidikan mempunyai makna yang luas tidak hanya persamaan
dalam memperoleh kesempatan pendidikan, tapi juga setelah menjadi siswa harus
diperlakukan sama guna memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi yang
dimilikinya untuk dapat berwujud secara optimal.
E. Analisis Pemenuhan
Standarisasi Pendidikan
Delapan standar nasional pendidikan untuk di sekolah adalah standar
sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar
kompetensi lulusan, serta standar isi. Selanjutnya,
standar proses, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, serta
standar penilaian pendidikan.
Peningkatkan kualitas pendidikan di sekolah harus
dapat memenuhi 8 standar pendidikan nasional yang telah ditetapkan. Jika belum,
standar pendidikan nasional tersebut harus dipenuhi dulu secara bertahap dan
menyeluruh. Sehingga 8 standar pendidikan nasional tersebut dapat berjalan
bersama dari masing – masing standar.
Nilai NUN pesera didik akan menjadi baik jika di
dukung oleh sarana yang lengkap, tenaga pendidik yang profesional, pembiayaan
yang cukup serta pengelolaan pendidikan yang terencana, terprogram dan ada
tindak lanjut. Tetapi kenyataan yang ada dilapangan tidaklah demikian.
Masih banyak sekolah yang sarana dan prasarannya
tidak terpenuhi, hal ini juga semakin diperparah oleh bencana alam yang telah
memporak – porandakan sekolah. Dalam proses pembelajaran guru masih belum
terbiasa merencanakan, memprogam dan menganalisis proses pembelajaran sehingga
tetap berputar dalam cara lama yang sudah ketinggalan jaman. Padahal daya kreatifitas,
inovasi pembelajaran sangat bermanfaat bagi kelangsungan pendidikan yang sesuai
dengan 8 standar pendidikan nasional yang telah di tetapkan.
III.
ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG
A. Analisis Mutu Pendidikan dan Daya Saing
Perkembangan teknologi yang berlangsung dan berkembang dengan pesat
sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Sumber daya manusia yang
kompetitif sangatlah di butuhkan agar
dapat mengatasi perubahan perubahan yang terjadi.
Sumber daya manusia yang berkualitas diperoleh
dengan pembelajaran/pendidikan yang bermutu sehingga dengan sumber daya manusia
yang berkualitas hampir dapat dipastikan kita mampu menjawab seluruh persoalan
yang terjadi dalam kehidupan kita.
Mutu pendidikan yang baik diharapkan dapat membuat
perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, terobosan-terobosan, inovasi,
solusi, serta berpikir efektif dan efisien diharapkan kita mampu bersaing di
dunia global yang makin ketat ini.
B. Analisis Efisiensi Pendidikan
Untuk mencapai efisiensi pendidikan yang baik maka
perlu adanya tujuan pendidikan yang baik pula dimana pendidikan tersebut harus
efektif sehingga dapat memungkinkan
peserta didik belajar dengan mudah, menyenangkan, kreatif yang dapat
menumbuhkembangkan pemikiran – pemikira yang lebih baik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.
Pencapaian tujuan pendidikan agar baik maka harus
dilakukan perencanaan pendidikan yang dapat menghadapi tantangan kehidupan yang
disesuaikan dengan misalnya dengan
membuat kurikulum yang sesuai dengan kondisi lingkungan peserta didik.
C. Analisis Relevansi Pendidikan
Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan
kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional
terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia
kerja.
Karena itu kurikulum pendidikan diharapkan
fleksibel artinya mampu menyesuaikan kondisi kebutuhan dunia tenaga kerja.
Mungkin sekarang lebih tepat menggunakan kurikulum KTSP. Dan relevansi
pendidikan dengan dunia kerja akan lebih sesuai dengan system pendidikan di
SMK.
D. Analisis Kesempatan/Akses Pendidikan
Kesempatan pendidikan diharapkan dapat menyentuh
semua lapisan masyarakat sehingga setiap warga negara dapat mengembangkan
potensi yang dimiliki. Dengan pengembangan potensi diri yang optimal maka akan
menciptakan sumber daya manusia yang dapat bersaing.
Selain hal tersebut diharapkan setiap warga negara
Indonesia dapat memperoleh kesempatan pekerjaan yang sama.
E. Analisis Pemenuhan
Standarisasi Pendidikan
Dalam analisis pemenuhan standarisasi pendidikan adalah terpenuhinya
delapan standar nasional pendidikan untuk di sekolah.Yang terdiri dari Standar
sarana dan prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar
kompetensi lulusan, standar isi, standar
proses, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, serta standar
penilaian pendidikan.
IV. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA PENDIDIKAN
No.
|
Kondisi pendidikan saat
ini
|
Kondisi pendidikan masa datang
|
Besarnya tantangan nyata
|
1.
|
Standar Kompetensi Lulusan
|
||
a
|
Peningkatan Nilai Ujian Akhir dan Kelulusan
|
||
-
Jumlah kelulusan 100%
-
Rata - rata nilai ujian Nasional 8,65
-
Rata – rata nilai ujian sekolah 8,87
|
-
Jumlah kelulusan 100%
-
Rata - rata nilai ujian Nasional 9,00
-
Rata – rata nilai ujian sekolah
9,00
|
0 %
1,23
1,33
|
|
b
|
Peningkatan Kecerdasan Peserta Didik
|
||
-
Latihan kepemimpinan
bagi pengurus OSIS
|
-
Latihan kepemimpinan
bagi pengurus OSIS dan Pengurus Kelas
|
Pembinaan pengurus kelas
|
|
c
|
Peningkatan Pengetahuan Peserta Didik
|
||
-
Perkemahan setiap 1
tahun sekali
-
Memperoleh juara ke-3 tk kab. Lomba OSN Matematika
-
Memperoleh juara ke-1 tk kab Lomba
Telling Story
-
Memperoleh juara ke-8 tk
karesidenan Lomba Trampil Matematika
|
-
Perkemahan setiap 1
tahun dua kali
-
Memperoleh juara ke-1 tk kab.
Lomba OSN Matematika
-
Memperoleh juara harapan1 tk
Propinsi Lomba Telling Story
-
Memperoleh juara ke-1 tk
karesidenan Lomba Trampil Matematika
|
Satu kali kegiatan
2 tingkat
2 tingkat
7 tingkat
|
|
d
|
Peningkatan Kepribadian Peserta Didik
|
||
- Peringatan hari – hari
besar nasional 75 %
- Peringatan
HUT RI
- Memperoleh
juara ke-1 tk kab 2 tahun berturut – turut bidang sepak bola
-
Memperoleh juara ke-3 tk provinsi
bidang lari jarak pendek / Atletik
-
Memperoleh juara ke-1 tk kab bidang tenis meja
-
Tidak pernah mendapat juara Volly
Bal
-
Mengadakan penyuluhan bahaya
Narkoba setiap tahun satu kali
|
- Peringatan
hari – hari besar nasional 100 %
- Peringatan
HUT RI
- Memperoleh juara Tetap bidang sepak bola
-
Memperoleh juara ke-1 tk provinsi
bidang lari jarak pendek
-
Memperoleh juara ke-1 tk propinsi bidang tenis meja
-
Memperoleh juara 1 tk kab bidang Volly Bal
-
Mengadakan penyuluhan Nar koba
setiap tahun dua kali
|
25%
-
1 tingkat
2tingkat
3 tingkat
6 tingkat
Satu kali
|
|
e
|
Peningkatan Akhlak Mulia Peserta Didik
|
||
-
Peringatan hari Besar agama Islam
hanya 75%
-
Pembiasaan Jum’at beramal hanya
60%
|
-
Peringatan hari Besar agama Islam
hanya 100%
-
Pembiasaan Jum,at beramal hanya
100%
|
25%
40%
|
|
f
|
Peningkatan Ketrampilan Hidup Peserta Didik
|
||
-
Mengadakan Pentas seni setia tahun
satu kali
-
Pernah mengadakan tambahan
pelajaran berupa ketrampilan menjahit
|
-
Mengadakan Pentas seni setia tahun
dua kali
-
Mengadakan tambahan pelajaran
berupa ketrampilan menjahit
|
Satu kali
Satu kegiatan
|
|
g
|
Peningkatan Pendidikan Lanjut Peserta Didik
|
||
-
Mengadakan Penyuluhan pendidikan
lanjutan 50%
|
-
Mengadakan Penyuluhan pendidikan
lanjutan 100%
|
50%
|
|
2.
|
Standar Isi /
Kurilulum
|
||
a
|
Kerangka Dasar Kurikulum
|
||
-
Panduan pelaksanaan Kurikulum yang berupa
peraturan pemerintah dan peraturan lain masih 90%
|
-
Panduan pelaksanaan Kurikulum yang berupa
peraturan pemerintah dan peraturan lain 100%
|
10%
|
|
b
|
Struktur Kurikulum
|
||
-
Struktur kurikulum 75%
-
Program pengembangan diri 80%
-
Program Pendidikan Ber
basis Keunggulan Lokal ( PBKL)
0%
|
-
Struktur kurikulum 100%
-
Program pengembangan diri 100%
-
Program Pendidikan Ber
basis Keunggulan Lokal ( PBKL) 50%
|
25%
20%
50%
|
|
c
|
Beban Belajar
|
||
-
Jumlah
siswa per rombel 36 anak
-
Beban
mengajar guru rata-rata : 24 jam/minggu
-
Dokumentasi
Persyaratan pembelajaran minimal 90%
|
-
Jumlah
siswa per rombel: 32 anak
-
Beban
mengajar guru rata-rata : 24 jam/minggu
-
Dokumentasi
Persyaratan pembelajaran minimal 90%
|
Pengurangan 4 siswa/rombel
-
10%
|
|
d
|
Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran ( KTSP)
|
||
-
Penentuan KKM 80% benar
-
Buku 1 KTSP tersusun 90%
-
Tersusun silabus 90% dari semua mata
pelajaran
-
Tersusun RPP : 90% dari semua
mapel
|
-
Penentuan KKM 100% benar
-
Tersusun 1 Buku KTSP
- Tersusun silabus 100% dari semua mata pelajaran
- Tersusun RPP : 100% dari semua mapel
|
20 %
1 buku
10%
10%
10%
|
|
3.
|
Standar Proses
Pendidikan
|
||
a
|
Perencanaan Proses Pembelajaran
|
||
-
Kepemilikan silabus oleh guru: 90%
memiliki
-
Kepemilikan RPP oleh guru: 90%
memiliki
-
Kepemilikan sumber belajar /bahan
ajar: 80%
-
Pengembangan perangkat instrumen
untuk pemaham-an guru terhadap karak-teristik siswa: 30%
|
-
Kepemilikan silabus oleh guru:
100% memiliki
-
Kepemilikan RPP oleh guru: 100%
memiliki
-
Kepemilikan sumber belajar/bahan
ajar: 100%
-
Pengembangan perangkat
instrumenuntuk pemahaman guru terhadap karakteristik siswa: 100%
|
10%
10%
20%
70%
|
|
b
|
Pelaksanaan Pembelajaran:
|
||
-
Cakupan pendahuluan dalam
pembelajaran oleh guru di kelas : 65%
-
Cakupan penerapan prinsip
pembelajaran yang: eksploratif, elaboratir, dan konformatif : 40%
-
Penerapan CTL : 20%
-
Penerapan pembelajaran tuntas :
35%
-
Penerapan pembelajaran yang
berpedoman pada PAKEM/PAIKEM 40%
-
Penerapan pembelajaran yang
berpedoman pada LESSON STUDY 40%
-
Penerapan pembelajaran di luar
kelas/sekolah : 25%
-
Cakupan pelaksanaan penutup dalam
pembelajaran: 70%
|
-
Cakupan pendahuluan dalam
pembelajaran oleh guru di kelas: 100%
-
Cakupan penerapan prinsip
pembelajaran yang: eksploratif, elaboratir, dan konformatif: 100%
-
Penerapan CTL: 100%
-
Penerapan pembelajaran tuntas:
100%
-
Penerapan pembelajaran yang
berpedoman pada PAKEM/PAIKEM 100%
-
Penerapan pembelajaran yang
berpedoman pada LESSON STUDY 100%
-
Penerapan pembelajaran di luar
kelas/sekolah: 100%
-
Cakupan pelaksanaan penutup dalam
pembelajaran: 100%
|
35%
60%
80%
65%
60%
60%
75%
30%
|
|
c
|
Penilaian Hasi Belajar
|
||
-
Pengembangan instrumen penilaian
hasil belajar berbasis IT 40%
-
Variasi model penilaian 70%
-
Pengolahan/analisis hasil
penilaian 80% jenis manual
-
Pemanfaatan/tindak lanjut hasil
penilaian: 80% manfaat
|
-
Pengembangan instrumen penilaian
hasil belajar Berbasis IT 100%
-
Variasi model penilaian 100%
-
Pengolahan/analisis hasil penilai-an 100% jenis manual
-
Pemanfaatan/tindak lanjut hasil
penilaian: 100% manfaat
|
60%
30%
20%
20%
|
|
d
|
Pengawasan Proses
Pembelajaran
|
||
-
Cakupan kegiatan supervisi pem-belajaran: 45%
-
Cakupan kegiatan evaluasi
pembelajaran: 50%
-
Dokumen pelaporan hasil evaluasi
pembelajaran: 30%
-
Cakupan tindak lanjut hasil
evaluasi pembelajaran: 50%
|
-
Cakupan kegiatan supervisi
pembelajaran: 100%
-
Cakupan kegiatan evaluasi pembelajaran:
100%
-
Dokumen pelaporan hasil evaluasi
pembelajaran: 100%
-
Cakupan tindak lanjut hasil
evaluasi pembelajaran: 100%
|
55%
50%
70%
50%
|
|
4
|
Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan:
|
||
a
|
Guru (bersifat rata-rata)
|
||
-
Pelatihan CTL: 40%
-
Pelatihan pembelajaran tuntas: 50%
-
Pelatihan penilaian dan evaluasi
pembelajaran: 40%
-
Pelatihan Bahasa Inggris: 25%
-
Pelatihan TIK: 35%
-
Pelatihan KTSP: 80%
-
Pelatihan penelitian pendidikan :
20%
-
Pelatihan PAIKEM/PAKEM: 25%
|
-
Pelatihan CTL: 100%
-
Pelatihan pembelajaran tuntas:
100%
-
Pelatihan penilaian dan evaluasi
pembeajaran: 100%
-
Pelatihan Bahasa Inggris: 100%
-
Pelatihan TIK: 100%
-
Pelatihan KTSP: 100%
-
Pelatihan penelitian pendidikan: 100%
-
Pelatihan PAIKEM/PAKEM: 100%
|
60%
50%
60%
75%
65%
20%
80%
75%
|
|
b
|
Kepala sekolah
|
||
-
400 Belum pelatihan bahasa Inggris
atau TOEFL <
-
Belum pelatihan TIK
-
Belum pelatihan kepemimpinan
-
Pelatihan manajerial sekolah (MBS)
1 kali
-
Belum pelatihan supervisi,
monitoring, dan evaluasi sekolah
-
Belum pelatihan administrasi
persekolahan
-
Pelatihan KTSP 2 kali
|
-
TOEFL > 400
-
Pelatihan TIK min. 3
kali
-
Pelatihan kepemimpinan
min. 2 kali
-
Pelatihan manajerial sekolah (MBS) min. 2 kali
-
Pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah min. 2 kali
-
Pelatihan administrasi
persekolahan min. 2 kali
-
Pelatihan KTSP min 4 kali
|
Niai TOEFL > 400
3 kali
2 kali
1 kali
2 kali
2 kali
2 kali
|
|
c
|
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll: (bersifat rata-rata)
|
||
-
Pelatihan TIK: 50%
-
Pelatihan Bahasa Inggris: 0 %
-
Pelatihan bidangnya: 10%
-
Pelatihan manajemen sesuai
bidangnya: 15%
|
-
Pelatihan TIK: 100%
-
Pelatihan Bahasa Inggris: 100%
-
Pelatihan bidangnya: 100%
-
Pelatihan manajemen sesuai
bidangnya: 100%
|
50%
100%
90%
85%
|
|
5
|
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
|
||
a
|
Lahan
|
||
-
Lahan sudah memenuhi standart
yaitu dengan luas 13.600 m2
|
-
Lahan sudah memenuhi standart
yaitu dengan luas 13.600 m2
-
|
0%
|
|
b
|
Bangunan
|
||
-
Ruang Laboratorium Bahasa tidak
ada
-
Ruang multimedia: tidak ada
-
Ruang akademik dan pe-ngembangan
SIM : tidak ada
-
Peralatan Ruang Laboratorium Bahasa tidak ada
-
Peralatan Ruang Laboratorium Komputer belum lengkap
-
Peralatan Multimedia tidak ada
|
-
Ruang Laboratorium Bahasa: 1 buah
-
Ruang multi media: 1 buah
-
Ruang akademik dan pengembangan
SIM: tidak ada
-
Peralatan Ruang Labora-torium Bahasa lengkap (40 siswa)
-
Peralatan Ruang Labor-torium Komputer lengkap (40 siswa)
-
Peralatan Multimedia lengkap
|
-
Terbangun R. Lab. Bahasa
-
Terbangun R. multi media
-
Terbangun R akademik dan SIM
-
Penggadaan peralatan Lab. Bahasa
-
Penggadaan peralatan Lab. Komputer
-
Penggadaan peralatan Lab.
Multimedia
|
|
c
|
Kelengkapan sarana dan prasarana
|
||
-
Komputer Guru: 2 Unit
-
Komputer di Lab Komputer : 13 Unit
-
Komputer TU 2 Unit
-
Lap Top : 8 Unit
-
LCD Proyektor : 3 Unit
-
Printer Guru : 1 Unit
-
Printer TU 2 Unit
-
Printer Siswa : 1 Unit
-
Scanner TU: 1 Unit
-
Jaringan internet
hanya di ruang komputer
|
-
Komputer Guru: 5 Unit
-
Komputer di Lab Komputer : 20 Unit
-
Komputer TU 2 Unit
-
Lap Top : `12 Unit
-
LCD Proyektor : 4 Unit
-
Printer Guru : 2 Unit
-
Printer TU 3 Unit
-
Printer Siswa : 2 Unit
-
Scanner TU&Guru : 2 Unit
-
Semua ruang terpasang
jaringan komputer
|
3 Unit
7 Unit
0 Unit
4 Unit
1 Unit
1 Unit
1 unit
1 Unit
1 Unit
Terpasang
|
|
6.
|
Standar Pengelolaan
Pendidikan
|
||
a
|
Rencana Kerja Sekolah
|
||
-
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2):
75%
-
Dokumen PSB: 90%
-
Dokumen Pedoman pembinaan
kesiswaan: 60%
-
Dokumen tata tertib sekolah: 80%
-
Dokumen kode etik sekolah: 80%
-
Dokumen penugasan guru: 100%
|
-
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2):
100%
-
Dokumen PSB: 100%
-
Dokumen Pedoman pembinaan
kesiswaan: 100%
-
Dokumen tata tertib sekolah: 100%
-
Dokumen kode etik sekolah: 100%
-
Dokumen penugasan guru: 100%
|
25%
10%
40%
20%
20%
0%
|
|
b
|
Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah
|
||
-
Struktur organisasi: 60% lengkap
-
Dokumen pembagian tugas/ kewenangan/tupoksi: 70%
|
-
Struktur organisasi: 100% lengkap
-
Dokumen pembagian tugas/ kewenangan/tupoksi: 100%
|
40%
30%
|
|
c
|
Pengawasan dan Evaluasi
|
||
-
Tidak ada tim khusus
-
Ada instrumen namun tidak lengkap
55%
-
Pelaporan : 60%
-
Pendokumentasian : 70%
-
Tindak lanjut: 70%
-
Dokumen Akreditasi 70%
|
-
Ada tim khusus: 100%
-
Ada instrumen: 100%
-
Ada pelaporan: 100%
-
Pendokumentasian : 100%
-
Tindak lanjut: 100%
-
Dokumen Akreditasi 100%
|
100%
45%
40%
30%
30%
30%
|
|
d
|
Kepemimpinan
|
||
-
Dokumentasi struktur kepemimpinan 80%
|
-
Dokumentasi struktur kepemimpinan 100%
|
20%
|
|
e
|
Sistem Informasi Manajement Sekolah
|
||
-
Tidak terpasang PAS (Paket
Aplikasi Sekolah)
-
Tidak terpasang jaringan SIM
|
-
Terpasang PAS (Paket Aplikasi
Sekolah): 100%
Terpasang jaringan SIM: 100%
|
100%
100%
|
|
7.
|
Standar Pembiayaan Pendidikan
|
||
a
|
Biaya Investasi
|
||
-
Penyusunan RKS dan RKAS melibatkan
3 Stakeholders
-
Dokumen nilai aset sarana dan
prasarana 80%
-
Pembelanjaan sesuai dengan RKS dan
RKAS
|
-
Penyusunan RKS dan RKAS melibatkan
6 Stakeholders
-
Dokumen nilai aset sarana dan
prasarana 100%
-
Pembelanjaan sesuai dengan RKS dan
RKAS
|
3 Stakeholders
20%
0%
|
|
b
|
Biaya Operasional
|
||
-
Pendokumenan laporan keuangan 90%
|
-
Pendokumenan laporan keuangan 100%
|
10%
|
|
c
|
Biaya Personal
|
||
-
Tidak ada penggalangan dana
personal
|
-
Ada penggalangan dana personal
|
1 MOU
|
|
d.
|
Transparasi dan Akuntabilitas
|
||
-
Pelaporan penggunaan dana: 80%
-
Buku Pedoman Penggunaan keuangan
90 %
-
|
-
Pelaporan penggunaan dana: 100%
-
Buku Pedoman Peng gunaan keuangan
100 %
-
|
20%
10%
|
|
8.
|
Standar Penilaian Pendidikan:
|
||
a
|
Penilaian oleh Pendidik
|
||
-
Penguasaan tehnik – tehnik
penilaian 80%
-
Penguasaan mekanisme dan prosedur
penilaian 80%
-
Penguasaan tehnik pengolahan hasil
penilaian 50%
-
Pemanfaatan hasil penilaian 60%
|
-
Penguasaan tehnik – tehnik
penilaian 100%
-
Penguasaan mekanisme dan prosedur
penilaian 100%
-
Penguasaan tehnik pengolahan hasil
penilaian 100%
-
Pemanfaatan hasil penilaian 100%
|
20%
20%
50%
40%
|
|
b
|
Penilaian oleh satuan Pendidikan
|
||
-
Pemahaman cara menentukan KKM 70%
-
Pemahaman cara menentukan Kreteria
kenaikan kelas 90%
-
Pemahaman cara menentukan Kreteria
kelulusan 90%
-
Pemanfaatan hasil Penilaian 80%
|
-
Pemahaman cara menentukan KKM 100%
-
Pemahaman cara menentukan Kreteria
kenaikan kelas 100%
-
Pemahaman cara menentukan Kreteria
kelulusan 100%
-
Pemanfaatan hasil Penilaian 100%
|
30%
10%
10%
20%
|
|
c
|
Penilaian oleh Pemerintah
|
||
-
Pemanfaatan hasil penilaian untuk
melanjutkan sekolah yang lebih tinggi 80%
|
-
Pemanfaatan hasil penilaian untuk
melanjutkan sekolah yang lebih tinggi 100%
|
20%
|
|
V. VISI SEKOLAH
Berprestasi dalam IPTEK yang dilandasi IMTAQ
untuk mengembangkan patensi diri dan daerah.
INDIKATOR VISI
a.
Terwujudnya lulusan yang cerdas, kompetitif, cinta tanah air, beriman, dan bertaqwa
b.
Terwujudnya KTSP di sekolah yang lengkap
c. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien
d.
Terwujudnya prasarana dan
sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir
e.
Terwujudnya tenaga
pendidik dan kependidikan yang profisional
f.
Terwujudnya
pengelolaan pendidikan
g.
Terwujudnya penilaian pendidikan
h.
Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai
VI. MISI SEKOLAH
1.
Mewujudkan peserta didik yang mampu menghayati
dan mengamalkan ajaran agamanya dalam
kehidupan sehari hari.
2.
Mewujudkan peserta didik yang memiliki rasa
nasionalisme tinggi.
3.
Mewujudkan peserta didik yang memiliki daya
saing
4.
Mewujudkan peserta didik yang mampu
mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
5.
Mewujudkan perangkat Kurikulum yang lengkap, mutahir dan berwawasan ke depan.
6.
Mewujudkan proses pembelajaran yang berwawasan
pada PAKEM.
7.
Mewujudkan sarana dan prasarana sekolah yang
relefan, mutakhir dan berwawasan ke depan.
8.
Mewujudkan tenaga pendidik dan kependidikan
yang kreatif, inovatif dan profesional.
9.
Mewujudkan manajemen
yang berbasis sekolah.
10.
Mewujudkan pengelolaan penilaian yang berbasis
IT.
11.
Mewujudkan sekolah yang dapat memberikan kenyamanan
bagi semua warga sekolah.
VII. TUJUAN
SEKOLAH
Adapun tujuan yang diharapkan tercapai pada tahun 2016
antara lain:
1.
Terlaksananya standar kelulusan
·
Sekolah mampu menerapkan /
meningkatkan nilai – nilai keagamaan pada diri siswa.
·
Sekolah mampu
menerapkan/menghasilkan peserta didik yang memiliki rasa nasionalisme yang
tinggi
·
Sekolah mampu meningkatkan/
menghasilkan prestasi di bidang akademik
·
Sekolah mampu meningkatkan/menghasillkan
prestasi di bidang non akademik .
·
Sekolah mampu meningkatkan/
menghasilkan lulusan yang kompetitif.
·
Sekolah mampu meningkatkan/
menghasilkan nilai ujian nasional maupun sekolah.
2.
Terpenuhinya dokumen
kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
·Sekolah mampu menerapkan KTSP kelas 7, 8 dan 9 untuk semua mata pelajaran.
·Sekolah mampu menerapkan / menghasilkan silabus, RPP dan instrument penilaian yang
lengkap, mutahir dan berwawasan masa depan.
·Sekolah mampu menerapkan persyaratan pembelajaran sesuai
dengan kurikulum KTSP
3.
Terlaksananya proses pembelajaran
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan model pembelajaran PAKEM.
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan pembelajaran yang mutahir.
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan pembelajaran yang berorientasi
pada masa depan.
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilakan model
pembelajaran Lesson Study
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilakan model
pembelajaran Contektual Teaching and
Learning.
4.
Terlaksananya peningkatan profesionalitas
pendidik dan tenaga kependidikan
·
Sekolah mampu menigkatkan/menghasilkan menejer
yang memiliki kompetensi bahasa Inggris.
·Sekolah mampu menerapkan/menghasilkan menejer yang melaksanakan
kepemimpinan TUT WURI HANDAYANI.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan guru yang
paham IT.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan guru mahir berbahasa Inggris
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan pendidik yang
profesional .
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan kompetensi tenaga
kependidikan yang mampu dan handal dalam bidang IT.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan kompetensi tenaga
kependidikan yang mampu dan handal dalam bidang PTK
5.
Terlaksananya kebutuhan
sarana/prasarana dan fasilitas sekolah
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan sarana sekolah
yang berbasis Tekhnologi Informasi.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan fasilitas sekolah yang lengkap, relefan
dan mutahir.
6.
Terlaksananya peningkatan pengelolaan sekolah
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan kondisi sekolah yang kondusif
sehingga dapat berjalan sesuai tugas dan
tanggung jawabnya.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan pendidik yang tertib
admiinistrasi.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan tenaga
kependidikan yang tertib admiinistrasi.
7.
Terlaksanya upaya-upaya
penggalangan biaya pendidikan
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan bantuan dana dari
pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sekolah
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan bantuan dana dari
wali murid dengan dukungan komite sekolah untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan masukan dana
secara mandiri.
8.
Terlaksananya sistem penilaian yang sesuai
kurikulum
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan sistem penilaian yang dipersyaratkan kurikulum
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan instrument penilaian
dengan baik dan terukur.
·Sekolah mampu meningkatkan/menghasilkan pengelolaan
penilaian yang berbasis IT.
VIII. RENCANA KERJA/PROGRAM
1. Pemenuhan Standar Kelulusan :
a.
Peningkatan nilai ujian akhir.
b.
Peningkatan jumlah siswa yang lulus.
c.
Peningkatan prestasi bidang akademik.
d.
Peningkatan prestasi bidang non akademik
e.
Peningkatan jumlah siswa yang melanjutkan studi.
2. Pemenuhan Standar
Isi :
a.
Pengarsipan
b.
Pengembangan Buku-1 KTSP.
c.
Pengembangan silabus.
d.
Pengembangan RPP.
3. Pemenuhan Standar
Proses:
a.
Pemenuhan perencanaan proses pembelajaran.
b.
Pemenuhan persyaratan pembelajaran sekolah SSN.
c.
Pemenuhan persyaratan pelaksanaan pembelajaran.
d.
Pemenuhan pelaksanaan pembelajaran.
e.
Pemenuhan pengawasan proses pembelajaran.
4. Pemenuhan Standar
Tenaga Pendidik dan Kependidikan:
a.
Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan (kepala
sekolah).
b.
Peningkatan kompetensi tenaga pendidik (guru).
c.
Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan lainnya.
5. Pemenuhan Standar
Sarana dan Prasarana:
a.
Pemenuhan sarana dan prasarana minimal.
b.
Pemenuhan sarana dan prasarana lainnya.
c.
Pemenuhan fasilitas pembelajaran dan penilaian.
6. Pemenuhan Standar
Pengelolaan:
a.
Pemenuhan perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana
kerja dan kegiatan sekolah.
b.
Pemenuhan struktur organisasi dan mekanisme kerja sekolah.
c.
Peningkatan supervisi, monitoring, evaluasi, dan
akreditasi sekolah.
d.
Peningkatan peran serta masyarakat dan kemitraan.
e.
Pemenuhan SIM sekolah
7. Pemenuhan
Standar Pembiayaan :
a.
Pemenuhan sumber dana pendidikan
b.
Pemenuhan pengalokasian dana
c.
Pemenuhan pelaporan penggunaan dana
d.
Pemenuhan dokumen pelaporan penggunaan dana
8. Pemenuhan Standar
Penilaian Pendidikan:
a.
Peningkatan kompetensi penilaian oleh pendidik
b.
Peningkatan kompetensi penilaian oleh satuan Pendidikan
c.
kompetensi penilaian oleh Pemerintah
IX. STRATEGI PENCAPAIAN
1.
Program Standart Kelulusan.
·
Melaksanakan bimbingan
belajar dan pembinaan secara intensif
·
Mengadakan pendalaman materi esensial dan
prediksi Ujian Nasional
·
Melaksanakan pembinaan baik di bidang akademik
dan non akademik serta dan disiplin
siswa.
·
Melaksanakan pembinaan tentang prilaku siswa
yang sesuai dengan norma agama dan masyarakat.
2.
Program Standart Isi.
·
Melaksanakan pengembangan
kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP )
·
Membentuk tim pengembang
KTSP
·
Mengadakan workshop/pelatihan
untuk semua guru dalam menyusun perangkat pembelajaran
3.
Program Standart Proses
·
Melaksanakan pengembangan inovasi pembelajaran
·
Melaksanakan workshop pemahaman model – model
pembelajran untuk semua guru.
·
Mengikutsertakan guru dalam pelatihan/workshop tentang pembelajaran yang berorientasi PAKEM.
·
Mengikutsertakan guru dalam pelatihan/workshop tentang pembelajaran yang berorientasi LESSON
STUDY
·
Mengikutsertakan guru dalam pelatihan/workshop tentang pembelajaran yang berorientasi CTL
.
4.
Program Standart Pendidik
dan Tenaga kependidikan.
·
Mengikutsertakan kepala
sekolah, guru dan staf TU dalam pelatihan dan workshop yang relevan dengan
fungsi dan tugas pokoknya .
·
Melakukan pembinaan secara berkala.
5.
Program Standart sarana/prasarana dan fasilitas sekolah
·
Mengajukan bantuan pada
dinas/pemerintah.
·
Memobilisasi dukungan masyarakat melalui komite
sekolah.
6.
Program Standart pengelolaan sekolah
·
Mengoptimalkan kinerja guru dan TU.
·
Melaksanakan monitoring
dan evaluasi kinerja guru dan TU.
·
Memanfaatkan ICT dalam pengelolaan
administarasi dan latihan.
7.
Program Standart pembiayaan
pendidikan
·
Mengajukan proposal bantuan dinas/pemerintah.
·
Menjalin kerjasama
masyarakat dan pihak lain untuk menggali dana.
8.
Program Standart penilaian
·
Menyelenggarakan/mengikutsertakan dalam
workshop tentang sistem penilaian.
·
Menyusun instrument
penilaian yang bervariasi.
X. HASIL YANG DIHARAPKAN
1.
Meningkatnya hasil ujian
akhir dan kelulusan serta yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
2.
Terlaksananya bimbingan
belajar dan pembinaan secara intensif baik di bidang akademik dan non akademik.
3.
Terealisasinya KTSP di semua
tingkatan kelas dan semua mata pelajaran
4.
Terealisasinya penerapan model-model pembelajaran
yang inovatif
5.
Terwujudnya penigkatan profesionalisme pendidik
dan tenaga kependidikan
6.
Terpenuhinya
sarana/prasarana dan fasilitas sekolah yang memadai
7.
Terealisasinya peningkatan pengelolaan sekolah
yang optimal
8.
Terlaksananya upaya-upaya penggalangan biaya
kebutuhan pendidikan
9.
Terealisasinya sistem
penilaian yang sesuai kurikulum yang berlaku
XI. TONGGAK-TONGGAK KUNCI KEBERHASILAN
NO
|
ASPEK STRATEGI
|
TONGGAK-TONGGAK KUNCI KEBERHASILAN SEKOLAH
|
|||||||||||
Tahun I
|
Tahun II
|
Tahun III
|
Tahun IV
|
||||||||||
1.
|
Standar Kompetensi
Lulusan
|
||||||||||||
a
|
Peningkatan Nilai Ujian Akhir dan Kelulusan
|
||||||||||||
-
Jumlah kelulusan 100%
-
Rata - rata nilai ujian Nasional
7,77
-
Rata – rata nilai ujian sekolah
7,67
|
0%
8,00
8,00
|
0 %
8,25
8,50
|
0 %
8,50
8,75
|
0 %
9,00
9,00
|
|||||||||
b
|
Peningkatan Kecerdasan Peserta Didik
|
||||||||||||
-
Latihan kepemimpinan
bagi pengurus OSIS
|
Pengurus kelas
|
Pengurus kelas
|
Pengurus kelas
|
Pengurus kelas
|
|||||||||
c
|
Peningkatan Pengetahuan Peserta Didik
|
||||||||||||
-
Perkemahan setiap 1
tahun sekali
-
Memperoleh juara ke-3 tk kab. Lomba OSN Matematika
-
Memperoleh juara ke-1 tk kab Lomba
Telling Story
-
Memperoleh juara ke-8 tk
karesidenan Lomba Trampil Matematika
|
2 kali
Juara 2
Juara hrp 4
Juara 5
|
2 kali
Juara 1
Juara hrp 3
Juara 4
|
2 kali
Juara 1
Juara hrp 2
Juara 3
|
2 kali
Juara 1
Juara hrp 1
Juara 2
|
|||||||||
d
|
Peningkatan Kepribadian Peserta Didik
|
||||||||||||
- Peringatan
hari – hari besar nasional 75 %
- Peringatan
HUT RI
- Memperoleh
juara ke-1 tk kab 2 tahun berturut – turut bidang sepak bola
-
Memperoleh juara ke-3 tk provinsi
bidang lari jarak pendek / Atletik
-
Memperoleh juara ke-1 tk kab bidang tenis meja
-
Tidak pernah mendapat juara Volly
Bal
-
Mengadakan penyuluhan bahaya
Narkoba setiap tahun satu kali
|
80%
100%
Juara tetap
Juara 2
Juara 3
Tk. prop
Juara hrp 4
2 kali
|
85%
100%
Juara tetap
Juara 1
Juara 2
Tk. prop
Juara hrp 3
2 kali
|
90%
100% Juara tetap
Juara 1
Juara 1
Tk. Prop
Juara hrp 2
2 kali
|
100%
100% Juara tetap
Juara 1
Juara 1
Tk. Prop
Juara hrp 1
2 kali
|
|||||||||
e
|
Peningkatan Akhlak Mulia Peserta Didik
|
||||||||||||
-
Peringatan hari Besar agama Islam
hanya 75%
-
Pembiasaan Jum’at beramal hanya
60%
|
90%
70%
|
95%
85%
|
100%
100%
|
100%
100%
|
|||||||||
f
|
Peningkatan Ketrampilan Hidup Peserta Didik
|
||||||||||||
-
Mengadakan Pentas seni setia tahun
satu kali
-
Pernah mengadakan tambahan
pelajaran berupa ketrampilan menjahit
|
2 kali
1 kgtn
|
2 kali
1 kgtn
|
2 kali
1 kgtn
|
2 kali
1 kgtn
|
|||||||||
g
|
Peningkatan Pendidikan Lanjut Peserta Didik
|
||||||||||||
-
Mengadakan Penyuluhan pendidikan
lanjutan 50%
|
70%
|
80%
|
90%
|
100%
|
|||||||||
2
|
Standar Isi
|
||||||||||||
a
|
Kerangka Dasar Kurikulum
|
||||||||||||
-
Panduan pelaksanaan Kurikulum yang berupa
peraturan pemerintah dan peraturan lain masih 70%
|
80%
|
90%
|
100%
|
100%
|
|||||||||
b
|
Struktur Kurikulum
|
||||||||||||
-
Struktur kurikulum 75%
-
Program pengembangan diri 80%
-
Program Pendidikan Ber
basis Keunggulan Lokal ( PBKL)
0%
|
85%
90%
25%
|
90% 100%
50%
|
100% 100%
75%
|
100% 100%
100%
|
|||||||||
c
|
Beban Belajar
|
||||||||||||
-
Jumlah
siswa per rombel 36 anak
-
Beban
mengajar guru rata-rata : 22 jam/minggu
-
Dokumentasi
Persyaratan pembelajaran minimal 90%
|
Pengurangan 4 siswa per kelas penambahan 2
jam pelajaran
100%
|
-
-
100%
|
-
-
100%
|
-
-
100%
|
|||||||||
d
|
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
|
||||||||||||
-
Penentuan KKM 80% benar
-
Belum tersusun Buku KTSP
-
Tersusun silabus 90% dari semua
mata pelajaran
-
Tersusun RPP : 90% dari semua
mapel
-
|
100 %
1 buku
100%
100%
|
100 %
1 buku
100%
100%
|
100 %
1 buku
100%
100%
|
100 %
1 buku
100%
100%
|
|||||||||
3.
|
Standar Proses
|
||||||||||||
a
|
Perencanaan Pembelajaran
|
||||||||||||
-
Kepemilikan silabus oleh guru: 90%
memiliki
-
Kepemilikan RPP oleh guru: 90%
memiliki
-
Kepemilikan sumber belajar /bahan
ajar: 80%
-
Pengembangan perangkat instrumen
untuk pemaham-an guru terhadap karak-teristik siswa: 30%
|
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
90%
|
100%
100%
100%
100%
|
|||||||||
b
|
Pelaksanaan pembelajaran
|
||||||||||||
-
Cakupan pendahuluan dalam
pembelajaran oleh guru di kelas : 65%
-
Cakupan penerapan prinsip
pembelajaran yang: eksploratif, elaboratir, dan konformatif : 40%
-
Penerapan CTL : 20%
-
Penerapan pembelajaran tuntas :
35%
-
Penerapan pembelajaran yang
berpedoman pada PAKEM 40%
-
Penerapan pembelajaran yang
berpedoman pada LESSON STUDY 40%
-
Penerapan pembelajaran di luar
kelas/sekolah : 25%
-
Cakupan pelaksanaan penutup dalam
pembelajaran: 70%
|
100%
100%
100%
100%
70%
70%
50%
100%
|
100%
100%
100%
100%
80%
80%
75%
100%
|
100%
100%
100%
100%
85%
85%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
100%
100%
-
100%
|
|||||||||
c
|
Penilaian Hasil
belajar:
|
||||||||||||
-
Pengembangan instrumen pe-nilaian hasil belajar: 70%
-
Variasi model penilaian 70%
-
Pengolahan/analisis hasil penilai-an 80% jenis manual
-
Pemanfaatan/tindak lanjut hasil
penilaian: 80% manfaat
|
90%
80%
85%
85%
|
100%
85%
90%
90%
|
-
100%
100%
100%
|
-
-
-
-
|
|||||||||
d
|
Pengawasan Pembelajaran:
|
||||||||||||
-
Cakupan kegiatan supervisi pem-belajaran: 45%
-
Cakupan kegiatan evaluasi
pembelajaran: 50%
-
Dokumen pelaporan hasil evaluasi
pembelajaran: 30%
-
Cakupan tindak lanjut hasil
evaluasi pembelajaran: 50%
|
100%
100%
100%
100%
100%
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
|
|||||||||
4
|
Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan:
|
||||||||||||
a
|
Kepala sekolah:
|
||||||||||||
-
Belum pelatihan bahasa Inggris
atau TOEFL < 400
-
Belum pelatihan TIK
-
Belum pelatihan kepemimpinan
-
Pelatihan manajerial sekolah (MBS)
1 kali
-
Belum pelatihan supervisi,
monitoring, dan evaluasi sekolah
-
Belum pelatihan administrasi
persekolahan
-
Pelatihan KTSP 2 kali
|
>400
1 kali
1 kali
-
1 kali
-
1 kali
|
-
1 kali
1 kali
1 kali
-
1 kali
1 kali
|
-
1 kali
-
1 kali
1 kali
1 kali
1 kali
|
-
-
-
-
-
-
1 kali
|
|||||||||
b
|
Guru:
|
||||||||||||
-
Pelatihan CTL: 40%
-
Pelatihan pembelajaran tuntas: 50%
-
Pelatihan penilaian dan evaluasi
pembelajaran: 40%
-
Pelatihan Bahasa Inggris: 25%
-
Pelatihan TIK: 35%
-
Pelatihan KTSP: 65%
-
Pelatihan penelitian pendidikan :
20%
-
Pelatihan kepribadian: 10%
-
Pelatihan PAIKEM/PAKEM: 25%
|
-
100%
-
50%
-
100%
60%
-
-
|
100%
-
100%
75%
75%
-
80%
-
50%
|
-
-
-
100%
100%
-
100%
100%
75%
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
|||||||||
c
|
Tenaga TU, Laboran, Pustakawan, dll:
|
||||||||||||
-
Pelatihan TIK: 50%
-
Pelatihan bahasa Inggris: 50%
-
Pelatihan bidangnya: 10%
-
Pelatihan manajemen sesuai
bidangnya: 15%
|
100%
-
-
-
|
-
100%
-
-
|
-
-
100%
100%
|
-
-
-
-
|
|||||||||
5
|
Standar Sarana dan Prasarana
|
||||||||||||
a
|
Lahan
|
||||||||||||
-
Lahan sudah memenuhi standart yaitu
dengan luas 13.600 m2
|
|||||||||||||
b
|
Bangunan
|
||||||||||||
-
Ruang Laboratorium Bahasa : tidak ada
-
Ruang multimedia: tidak ada
-
Ruang akademik dan pe-ngembangan
SIM : tidak ada
-
Peralatan Ruang Labora-torium Bahasa tidak ada
-
Peralatan Ruang Labo-ratorium Komputer belum lengkap
-
Peralatan Multimedia tidak ada
|
-
Terbangun R. Lab Bahasa
-
Terbangun R. Multimedia
-
Terbangun R akademik dan SIM
-
Penggadaan peralatan Lab. Bahasa
-
Penggadaan peralatan Lab. Kompurer
-
Penggadaan peralatan
Lab. Multimedia
|
||||||||||||
c
|
Kelengkapan Saran Prasarana
|
||||||||||||
-
Komputer Guru: 2 Unit
-
Komputer di Lab
Komputer : 13 Unit
-
Komputer TU 2 Unit
-
Lap Top : 8 Unit
-
LCD Proyektor : 1 Unit
-
Printer Guru : 1 Unit
-
Printer TU 2 Unit
-
Printer Siswa : 1 Unit
-
Scanner TU: 1 Unit
-
Jaringan internet
hanya di ruang komputer
|
1 Unit
1 unit
-
1 Unit
1 Unit
-
-
-
-
Terpasang di semua Ruang
|
1 Unit
1 Unit
-
1 unit
2 unit
-
-
-
-
-
|
1 unit
1 Unit
1 unit
1 unit
1 unit
-
-
-
-
-
|
-
4 Unit
-
-
-
1 unit
1 unit
1 unit
1 unit
-
|
|||||||||
6.
|
Standar Pengelolaan
|
||||||||||||
a
|
Rencana Kegiatan Sekolah
|
||||||||||||
-
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2):
75%
-
Dokumen PSB: 75%
-
Dokumen Pedoman pembinaan
kesiswaan: 60%
-
Dokumen tata tertib sekolah: 60%
-
Dokumen kode etik sekolah: 60%
-
Dokumen penugasan guru: 70%
|
100%
100%
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
100%
100%
|
|||||||||
b
|
Pelaksanaan RKS
|
||||||||||||
-
Struktur organisasi: 60% lengkap
-
Dokumen pembagian tugas / kewenangan / tupoksi: 70%
|
100%
100%
|
100%
100%
|
100%
100%
|
100%
100%
|
|||||||||
c
|
Pengawasan dan Evaluasi
|
||||||||||||
-
Tidak ada tim khusus
-
Ada instrumen namun tidak lengkap
55%
-
Pelaporan : 60%
-
Pendokumentasian : 70%
-
Tindak lanjut: 70%
-
Dokumen Akreditasi 70%
|
Ada tim
100%
100%
100%
100%
100%
|
Ada tim 100%
100%
100%
100%
100%
|
Ada tim 100%
100%
100%
100%
100%
|
Ada tim 100%
100%
100%
100%
100%
|
|||||||||
d
|
Kepemimpinan
|
||||||||||||
-
Dokumentasi struktur kepemimpinan 80%
|
100%
|
100%
|
100%
|
100%
|
|||||||||
e
|
SIM sekolah
|
||||||||||||
-
Tidak terpasang PAS (Paket
Aplikasi Sekolah)
-
Tidak terpasang jaringan SIM
|
-
100%
|
100%
-
|
-
-
|
-
-
|
|||||||||
7.
|
Standar Keuangan dan Pembiayaan
|
||||||||||||
a
|
Biaya Investasi
|
||||||||||||
-
Penyusunan RKS dan RKAS melibatkan
3 Stakeholders
-
Dokumen nilai aset sarana dan
prasarana 80%
-
Pembelanjaan sesuai dengan RKS dan
RKAS
|
5 Stake holders
100%
-
|
6 Stake holders
100%
-
|
6 Stake holders
100%
-
|
6 Stake holders
100%
-
|
|||||||||
b
|
Biaya Operasional
|
||||||||||||
-
Pendokumenan laporan keuangan 90%
|
100%
|
100%
|
100%
|
100%
|
|||||||||
c
|
Biaya Personal
|
||||||||||||
-
Tidak ada penggalangan dana
personal
|
-
|
-
|
ada
|
ada
|
|||||||||
d.
|
Transparasi dan Akuntabilitas
|
||||||||||||
-
Pelaporan penggunaan dana: 80%
-
Buku Pedoman Penggunaan keuangan
90 %
|
100%
100%
|
100%
100%
|
100%
100%
|
100%
100%
|
|||||||||
8.
|
Standar Penilaian Pendidikan:
|
||||||||||||
a
|
Penilaian oleh Pendidik
|
||||||||||||
-
Penguasaan tehnik – tehnik
penilaian 80%
-
Penguasaan mekanisme dan prosedur
penilaian 80%
-
Penguasaan tehnik pengolahan hasil
penilaian 50%
-
Pemanfaatan hasil penilaian 60%
|
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
|
|||||||||
b
|
Penilaian oleh satuan Pendidikan
|
||||||||||||
-
Pemahaman cara menentukan KKM 70%
-
Pemahaman cara menentukan Kreteria
kenaikan kelas 90%
-
Pemahaman cara menentukan Kreteria
kelulusan 90%
-
Pemanfaatan hasil Penilaian 80%
|
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
|
100%
100%
100%
100%
|
|||||||||
c
|
Penilaian oleh Pemerintah
|
||||||||||||
-
Pemanfaatan hasil penilaian untuk
melanjutkan sekolah yang lebih tinggi 80%
|
100%
|
100%
|
100%
|
100%
|
|||||||||
XII. Pengawasan dan
Evaluasi
A. Tujuan
pengawasan dan evaluasi
Pengawasan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah
program sekolah berjalan sebagaimana yang direncankan, apa hambatan yang
terjadi dan bagaimana cara mengatasi masaah tersebut. Dan menekankan pada
pemantauan proses pelaksanaan program
Evaluasi merupakan
kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah program sekolah mencapai
sasaran yang diharapkan dan menekankan pada aspek hasil.
B.
Komponen Utama Monitoring dan Evaluasi
1. Komponen
input :
a. Aspek tenaga kependidikan :
kepala sekolah, guru dan karyawan
b. Aspek kesiswaan, kondisi
siswa dan prestasi siswa
c. Aspek sarana dan prasarana
d. Aspek peran serta
masyarakata
2. Komponen
proses
a. aspek
kurikulum dan bahan ajar
b. Aspek proses
belajar mengajar
c. Aspek
manajemen dan kepemimpinan
3. Komponen
Output
a. Aspek presensi belajar siswa
b. Aspek presensi guru dan kepala sekolah
c. Aspek prestasi sekolah
4. Pelaksanaan monitoring :
a. Internal :
Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah
b. Eksternal :
1). Komite
sekolah
2) Dinas
pendidikan kabupaten
3). Inspektorat
kabupaten
4). Direktorat
pembinaan SMP
5). Dinas P dan K
propinsi
6). Irjen Depdiknas, BPKP dan
BPK
5. Waktu
pelaksanaan
a. Monitoring
1) Internal
dilaksanakan setiap dua bulan sekali
2). Eksternal sesuai jadawal
monitoring
b. Evaluasi
1) Internal
dilaksanakan diakhir tahun
2). Eksternal sesuai jadawal
evaluasi
6. Sumber data
a. Dokumentasi
b. Hasil pengamatan
c. Instrumen Monitoring dan Evaluasi
6. Metode pengumpulan data
a. Metode dokumentasi
b. Metode wawancara
c. Metode
observasi
d. Metode
kuiseoner
7. Rincian kerja
a. Pembentukan
tim Monitoring dan Evaluasi
b. Menyusun
jadwal pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi
c. Menyusun
instrument Monitoring dan Evaluasi
d. Melaksanakan Monitoring
dan Evaluasi
e. Analisis
hasil Monitoring dan Evaluasi dan tindak lanjut
8. Jadwal
monitoring dan evaluasi
No
|
Kegiatan
|
Bulan
|
|||||||||||
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
||
1.
|
Monitoring
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
||||||
2.
|
Evaluasi
|
√
|
|||||||||||
No comments:
Post a Comment