Monday, March 20, 2017

Contoh Essay Bahasa Inggris tentang Lingkungan (Banjir) - - - - - 2

Flood has already been included in the agenda of the annual disaster in Indonesia. Not only in Jakarta, but in almost all regions of Indonesia are flooded in the month of December to February. Every year the government always try to solve the problem of flooding. But as they had done before, flooding still exist. Even it tends to be worse from year to year. So who is responsible to this flood disaster?The whole society is responsible for the flood. we can not just blame the government alone. there must be cooperation between the government and the community to support each other. The following three factors are the main causes of flooding that has always struck Jakarta. The first is the high rainfall. Appropriate weather forecasts delivered BMKG agencies, January and February are the peak of the rainy season. This means that rainfall in these two months are in the highest intensity. The volume of rain water that spills into the mainland in the end can not be accommodated in rivers, ditches, lakes and water reservoirs in the greater Jakarta area. Green open land is increasingly narrower also cause rainfall can not soak into the ground. Logic, if the volume of water that eventually flowing into rivers cut through the Capital which then overflow and flood the resident and highway.
The second factor is caused by human ignorance. Build settlements and homes in riverbanks, littering, and inattentive make green open space is a form of ignorance that finally bring floods and other disasters. Flood is basically a disaster of our own involuntarily because of our ignorance of the ecosystem and the environment. Settlement on the riverbanks narrows the width of the river and makes and sedimentation of the river faster. As a result, the capacity of the river is very limited and uncompromising water flows and inundates the settlement.
Garbage is also a major cause of flooding. The tons of garbage clogging drains, drainage, and water gates make the water flow into the sea faltered. This blockage causes the water overflowing. The lack of green open space in Jakarta makes water unable to seep into the ground.
The last factor is the government’s lack of attention in the construction policy to the environment’s capacity. Economic motivation has always been a driving force of the construction. Settlements outside Jakarta make a massive by thousands of constructor. As a result, the open area is narrower. It makes the rain that falls in this area is growing rapidly flowing into the sea. Unfortunately, before reaching the sea, it firstly passes the Jakarta area. This is evidence that the development is driven by purely economic motives often lead to disaster. Because of this man’s greed, we must be willing when disasters come, especially floods in the rainy season, would be a matter unsolved completion.
Both the government and society should work together and support each other in dealing with flooding. instead of blaming each other.


Banjir telah dimasukkan dalam agenda bencana tahunan di Indonesia. Tidak hanya di Jakarta, tapi di hampir semua wilayah Indonesia dibanjiri pada bulan Desember sampai Februari. Setiap tahun pemerintah selalu mencoba untuk memecahkan masalah banjir. Tapi seperti yang sudah-sudah, banjir masih ada. Bahkan cenderung lebih buruk dari tahun ke tahun. Jadi siapa yang bertanggung jawab untuk bencana banjir ini? Seluruh masyarakat bertanggung jawab untuk banjir. kita tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah saja. harus ada kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk saling mendukung. Tiga faktor berikut adalah penyebab utama banjir yang selalu melanda Jakarta. Yang pertama adalah curah hujan yang tinggi. prakiraan cuaca yang tepat disampaikan lembaga BMKG, Januari dan Februari adalah puncak musim hujan. Ini berarti bahwa curah hujan dalam dua bulan ini dalam intensitas tertinggi. Volume air hujan yang tumpah ke daratan pada akhirnya tidak dapat ditampung di sungai, selokan, danau dan waduk air di wilayah Jakarta dan sekitarnya. lahan terbuka hijau semakin sempit juga menyebabkan curah hujan tidak bisa meresap ke dalam tanah. Logika, jika volume air yang akhirnya mengalir ke sungai memotong Modal yang kemudian meluap dan membanjiri warga dan jalan raya.
Faktor kedua disebabkan oleh ketidaktahuan manusia. Membangun pemukiman dan rumah-rumah di bantaran sungai, membuang sampah sembarangan, dan lalai membuat ruang terbuka hijau adalah bentuk kebodohan yang akhirnya membawa banjir dan bencana lainnya. Banjir pada dasarnya adalah bencana tanpa sadar kita sendiri karena ketidaktahuan kita tentang ekosistem dan lingkungan. Pemukiman di bantaran sungai menyempit lebar sungai dan membuat dan sedimentasi sungai lebih cepat. Akibatnya, kapasitas sungai arus air yang sangat terbatas dan tanpa kompromi dan menggenangi pemukiman.
Sampah juga merupakan penyebab utama banjir. The ton sampah menyumbat saluran air, drainase, dan pintu air membuat aliran air ke laut tersendat. penyumbatan ini menyebabkan meluap air. Kurangnya ruang terbuka hijau di Jakarta membuat air tidak dapat meresap ke dalam tanah.
Faktor terakhir adalah kurangnya pemerintah perhatian dalam kebijakan pembangunan kapasitas lingkungan ini. motivasi ekonomi selalu menjadi kekuatan pendorong konstruksi. Pemukiman di luar Jakarta membuat besar-besaran oleh ribuan konstruktor. Akibatnya, daerah terbuka lebih sempit. Itu membuat hujan yang jatuh di daerah ini berkembang pesat mengalir ke laut. Sayangnya, sebelum mencapai laut, terlebih dahulu melewati wilayah Jakarta. Ini adalah bukti bahwa pembangunan didorong oleh motif ekonomi murni sering menyebabkan bencana. Karena keserakahan orang ini, kita harus rela ketika bencana datang, terutama banjir di musim hujan, akan menjadi masalah yang belum terpecahkan selesai.
Baik pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dan saling mendukung dalam menangani banjir. bukannya saling menyalahkan.

No comments:

Post a Comment

Media Pembelajaran Bahasa Inggris dan Implementasinya

1. Definisi media Kata  media  berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari  medium  yang secara harfiah berarti perantara at...